Sabtu, 22 Desember 2012

draft

aku menemukan beberapa tulisan tidak selesai, yang biasanya jadi draft karna mut menulis tiba-tiba hilang. atau misalnya ada distraksi lain. dalam rangka merapihkan folder, saya memutuskan untuk mempublikasikan secara acak.





bulan 1 tahun 2012

Darling
Dear Darling,
aku yakin saat aku menulis ini dikau sedang terlelap. bagus lah, tidur memang pelarian paling baik dari kelelahan. lelah bergerak, berpikir, berkesah.
dini hari disini sungguh gerah, aku hanya menggunakan kaus singlet dan membuka jendela lebar-lebar mengharap iba dari semilir malam. berbeda dengan di tempatmu, kamu pasti meringkuk terbenam selimut tebal, apalagi dengan kegelisahanmu kekasihmu tak ada disisimu sekarang.
tak apa darling, kita ini wanita, lebih kuat menahan perih dari mereka.
Darling,
aku tahu dikau mencemaskan hubungan kalian.
....

bulan 12 tahun 2012
Lukisan

sekarang sedang adzan, seharusnya aku segera mengambil wudlu dan sholat kemudian berangkat kerja. tapi ada satu dua hal yang mengganjal melonjak ingin disampaikan.
aku baru berkunjung dari perpustakaan kota. di sebuah meja baca, aku lihat ada sebongkah raksasa kertas2 karton tebal, setelah kubuka ternyata itu adalah kliping karya lomba lukis anak tk-sd. kubuka lembaran demi lembaran, berniat kunikmati setiap coretanya, namun yang kudapati adalah kekecewaan.
teringat tulisanku tentang menjadi pengawas di lomba lukis anak TI dan kami menjadi juri, aku berceloteh tentang matinya kreasi seni pada jiwa anak-anak. nah, mirip dengan itu, anak-anak jogja memiliki karakter gambar yang serupa. sangat mirip degan gambar ku saat sd jaman dahulu. (hampir 10 tahun lalu berarti..) sebab, karakter tokohnya telah diciptakan oleh guru seni rupaku dan kami semua sadar atau tidak menjiplak mati. disampul klipping aku melihat tanda tangan berbunyi: haryadi (nama yg sama dengan guru senirupaku saat sd).
sungguh pembunuh seni. mereka para guru seni rupa sd.

sebenanrya ada beberapa hal lagi yg ingin kuceritakan terkait
 .....

bulan 3 tahun 2011
rencana
bimbang
1 (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu;
2 (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang;

mem·bim·bang·kan v
1 menjadikan (menyebabkan) tidak tetap hati (kurang percaya, ragu-ragu): desas-desus itu sangat - hatiku; kabar-kabar yg -;
2 cemas kpd; khawatir kpd: beliau sangat - nasib anaknya yg ditahan polisi;

ke·bim·bang·an n
1 keragu-raguan; kesangsian; 2 kecemasan; kekhawatiran

bimbang adalah hobby saya. bagi beberapa orang, memikirkan hal yang tak pasti, sehingga mengakibatkan bimbang adalah hal yang biasanya dihindari. tidak bagi saya. terhanyut dalam ruang yang hanya terdiri atas pikiran pribadi hingga mendapatkan jawaban yang dicari (atau sekiranya merasa telah mendapatkanya) adalah saat-saat yang selalu saya nikmati. karaena, betapapun menyedihkanya saya terlihat bagi orang lain, saya tahu bahwa yang sedang saya lakukan adalah langkah penuh pertimbangan.

Budhe : sof, aku sudah bincang-bincang sama mbah uti, siap-siap kalo kamu besok ambil profesi, ambil aja.
aku : aah. aku kayaknya nggak mau.
Budhe : lah, kenapa?
oiya, kamu kerja praktek kapan? nanti saya tanyakan Om wawang, dia boasanya bikin- bikin aparteman.
aku: nggak tau, aku kayaknya nggak ngambil KP.
Budhe: lho, kenapa? ambil saja. teman-temanmu bagaimana?
 ....

bulan 10 tahun 2011 

life is very short, and there's no time
for fussing and fighting, my friend
I have always thought that it's crime
we can work it out
...

membeli keramik

puluhan kali bulan muda dan purnama silih menggantikan satu sama lainya tanpa aku merekam yang ada dibaliknya. alasan aku tidak menulis agaknya karena aku tidak yakin akan membuat tulisan yang bagus (bermanfaat) bagi hiruk pikuk kebisingan. tapi saat ini aku sedang jauh dari keramaian, sehingga tiada rasa kecil hati bila membuat satu kegaduhan.
bebas lah ya..

Kamar mandi di rumahku akan direnovasi, alhasil aku membuat perhitunga ukuran, dan aturan komposisi fungsi dan dekorasi dalam kamar mandi. kemarin dan dua hari lalu, aku melakukan perjalanan ke tempat- tempat penyedia perabot kamar mandi dan keramik. toko yang kukunjungi ada di jalan Solo dekat Janti, sebelah timur Sri Wedari Hotel. namun nyatanya susah menemukan keramik dengan corak yang sesuai keinginan. dan aku memutuskan pergi ke toko lainya pada hari berikutnya, bersama Bapakku.
di toko yang berbeda tersebut, yakni toko Gajah Mada di jalan sebelah  barat Malioboro, pilihan keramik yang ditawarkan lebih banyak anekanya. namun jenis keramik yang sesuai keinginanku terlihat biasa saja, dan banyak pilihan lainya yang lebih menarik.
alhasil, perlu waktu 3-4 jam di toko keramik hanya untuk membuat alternatif kombinasi corak, ukuran, dan harga yang terbaik. aku senang berada di tempat yang ramai warna, sehingga kegiatan memadukan tersebut tidak merepotkan bagiku. hal yang membuatku berhenti adalah karena Bapak ternyata capai. akhirnya aku menyeleksi 2 alternatif dan akhirnya memutuskan pertimbangan harga yang terbaik sehingga terpilih satu keputusan.
setelah memesan keramik, kami makan, lalu pergi memesan satu set kloset dan satu set westafel beserta perkakas pelengkapnya, baru kemudian pulang kerumah.
senin adalah hari yang kunantikan, sebab semua pesanan barang akan datang, dan  baru bisa melihat perpaduan yang telah kupilih sebelunya. apakah sesuai bayangan atau kurang sesuai.
...
merancang. membuat reka model yang diinginkan dan mewujukan pada kenyataan.
tahapan-tahanpan kesumuanya adalah penting dan berkaitan. berlama-lama dalam membuat gambar dan melakukan perhitungan, tidaklah menjamin keberhasilan. karena disesuaikan dengan ketersediaan barang dan ketersediaan dana. bisa saja sebenarnya melakukan usaha keras untuk mendapatkan barang dan harga yang diinginkan. namun, apakah tidak merugikan orang lain maupun diri sendiri? (Bapak yang lelah, misalnya).
kerja dengan keras, kerja dengan cerdas (oportunis?), dan kerja dengan sepenuh hati. agaknya akan dipilih sesuai dengan kondisi sekitar. kerja. melakukan kegiatan yang bermanfaat (baik sedikit atau banyak), katanya lebih bermanfaat daripada tidak melakukan apa-apa.
lalu, saat saya merancang masa depan, agaknya tidak masalah jikalau meleset dari rencana. tergantung manfaat dan kerugian yang akan ditimbulkan buat orang lain. nanti pun bisa dirancang lagi.
seperti kamar mandi yang pastinya nanti akan direnovasi lagi saat kebutuhan sudah bergeser dan ada tunjangan dana.

Sabtu, 02 Juni 2012

melanjutkan perjalanan

angin kering berembus menerpa wajahku yang keriput. diatas sebidang batu besar aku duduk sambil memandangi kakiku yang berselaput. sanca kecil bergeliat geliat di pasir tak kuacuhkan. dia bicara tentang sesuatu, namun tak kumengerti maksudnya.
sudah beberapa kali purnama aku lalui di daratan.
daratan.
baru kali pertama aku menapakan jasadku di petak yang stabil. merasakan kerlipan angin kering yang membawa pasir, tanpa wangi air garam. apa yang tersembungi dibalik pasir-pasir ini? aku tak tahu, tak kelihatan.
mengerling mata ku pada oasis di seberang sana. tenda tenda mengepulkan asap menandakan kehidupan. kehidupan. kehidupan yang aneh. manusia daratan memang aneh. mereka berdiam di satu tempat, mengumpulkan dan menyeret hewan hewan. berkumpul bersama, saling bicara padahal hatinya diam. saling tertawa berkelakar, padahal matanya curiga. saling berbisik syahdu, padahal dahinya berkerut kerut marah.

pedih aku merasakan sirip di betisku yang mulai rompal kekeringan. selaput diantara jari kaki, sirip di betis dan lengan, insang di leherku, membuat manusia manusia darat menjauhiku. hingga suatu hari aku diberi oleh si perenang yang dulu kukejar hingga memperkenalkanku akan daratan. ia beriku sepotong pakaian dan secarik selendang, katanya agar manusia yang lain dapat menerima kehadiranku.
sirip tetaplah sirip, insang tetaplah insang. aku sesekali butuh bernafas dalam air. satu purnama pertama aku merasa bergelora berenang renang di danau oasis. banyak ikan yang ramah tamah, ganggang yang renyah dan kepiting sungai yang serba lamban. namun lambat laun badanku menggembung hampir hampir aku mau meletus. yah. ikan laut tetaplah ikan laut. aku terlalu minum banyak banyak, tanpa bisa kukendalikan.
aku mulai berhenti berenang.
sempat aku berpikir untuk mencari kapak untuk mengiris siripku, mencari batu runcing untuk menguliti sisikku. tapi aku terlalu takut.

berhenti.
aku diam tak bergerak. bulan dan matahari senantiasa silih berganti. aku tetap pada batu yang sama. tempo sebelumnya aku pernah bargabung bersama manusia manusia tenda didekat oasis. aku memparhatikan gerak gerik mereka, mencoba mengikuti. namun giliran aku bicara, tak satu pun yang mengerti. termasuk si perenang.  aku heran, aku telah berusaha mempelajari mereka, mengapa tidak berbalik mereka mempelajariku? hingga lelah insangku berbusa, akhirnya kuputuskan menyendiri.

memandangi jari jemariku, aku menghitung bulan. teringat bulan aku memandang langit. senja telah lewat. titik titik bintang membuatku rindu akan perahu kayuku yang entah dimana kini. tumitku tiba tiba terasa gatal, kuperhatikan kakiku, ternyata sanca kecil sedang mematuk matuk menggigiti ujung celanaku. sanca kecil, bahasanya tak kumengerti. berpikirlah aku.
manusia tenda pun tak mengerti bahasanya, memiliki taring dan kulit yang bersisik. namun ia dapet terus bertahan di padang gurun ini. mungkinkah karena ia disini ada ibu sanca dan ayah sanca? mungkin itu alasanya.

pipa celanaku kini telah koyak karena patukan sanca kecil. mungkinkah sanca ini tau akan kepedihanku menahan perih? kutatap matanya. dua titik kecil hitam penuh dengan keyakinan. tersadar aku dari lamunan tanpa keasaan. akhirnya ku putuskan untuk berkelana.alih alih kembali ke lautan, merakit ulang perahu dan payung tadah hujan, lebih baik aku menjelajahi daratan. aku akan mencari makhluk hidup yang dapat memahami tutur perkataanku dan maksud hatiku. yang tidak gerah melihat insang dan sisikku.
selamat tinggal oasis. terima kasih telah menjadi pintu gerbang atas penjelajahanku akan daratan.


Rabu, 18 April 2012

what always happen : life

Pura pura mati, si pemarah melanjutkan permainanya. Bersama teman khayalanya, ia beradegan seru. Ia sangat gemar pura-pura mati ditembak. Tapi kali ini bukan. Ia mati serangan jantung. Tanpa darah, tanpa organ berceceran.

Tak minat ia dengan panggung. Ia lebih senang bermain sendiri, dengan kawan setianya. Duet mereka.

Tak pernah ia kursus akting. Tak pernah pula tergabung dengan teater. Bukan, ia bukan orang kebanyakan. Ia juga bukanya orang luar biasa. Tapi yang jelas, dia orang.

Setiap saat ia berdrama. Romantika, jenaka, satire, semua ia mainkan. Tapi ia benci memainkan adegan misteri, sebab saat itu ia merasa paling dekat dengan kenyataan. Sedang ia benci kenyataan.

Dalam mimpi pun ia ber akting. Berpura-pura.

Si pemarah adalah julukan yang diberikan orang-orang padanya. Bukan, bukan karena ia gemar berteriak, bukan karena hobi mengumpat, memojokkan, membanci, menyalahkan, bukan. Ia dikatai si pemarah adalah karna hanya dengan julukan tersebut ia mau menoleh jika dipanggil.

Ia tak pernah berhenti bermain karena dalam mimpi pun ia bermain.

Berpura-pura.

Kalau ditanya, siapa sebenanrnya si pemarah? Jawabanya tidak akan terbit. Karena kebenaran itu tak ada bagi si pemarah. Yang ada keseluruhanya ialah pura-pura.

Gila? Kau anggap dia gila?

Maaf, tapi pendapatmu tak ada pentingnya. Tak ada yang lebih penting dari pada melanjutkan kepura-puraan ini. Sampai bosan pun. Sekali pun.

Selasa, 31 Januari 2012

Buku Bagus


KULIAH TAUHID

Oleh Muhammad ‘Imaduddin ‘Abdulrohman


Aku baru membaca sebuah buku bagus, aku ingin berbagi sedikit ilmu yang buku tersebut beri padaku. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Sekilas buku ini adalah rangkuman Kuliah Subuh Rhamadhan 397H di Masjid salman ITB. Demikian singkatan isi PENDAHULUAN nya:

(Latar belakang terjadinya ketidakstabilan pemahaman ummat akan makna tawhid)

Semasa Rosululloh hidup, beliau mengajarkan ilmu tauhid dengan cara memberikan contoh secara langsung yang beliau terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sesungguhnya kamu dapati pada diri Rosululloh itu terpuji bagi mereka, yang menaruh harapan kepada Alloh, dan yakin pada hari akhir, dan senantiasa terkenang Alloh (Q 33:21).

Setelah Islam berkembang ke segala penjuru, maka buku-buku ilmu pengetahuan di Negara Persi, Yunani, dll mereka terjemahkan dan mereka pelajari. Disana ada pula yang menyesatkan namun karena semangat kebebasan berfikir yang telah diajarkan oleh Rosululloh maka intelektual muslim terus maju dan menguak pemikiran baru yang orisinil dan cemerlang. Tawhid yang merupakan intisari ajaran islam menjadi pembahasan di kalangan cendekiawan.

Sayangnya, terjadi perubahan sistim ketatanegaraan menjadi berupa dinasti yang feodalis, dimana sistim tersebut merupakan darah dagingnya masyarakat Arab Jahiliyah. Perubahan sistim berawal dari 1. Perbedaan pendapat , berkembang menjadi 2. Pertentangan faham konsep kepemimpinan, akhirnya meledak menjadi 3. Perang saudara. Pasca kematian para generasi sahabat dekat Rosululloh, maka perang saudara ini tidak ada yang bisa meredam. Sistim feodalisme tidak mampu mengawal perkembangan daya kritis cendekiawan muslim, apalagi territorial semakin lebar dan kwantitas masyarakat makin bertambah. Perbedaan pendapat disalahgunakan sebagai kepentingan politik. Terjadi perpecahan di bidang aqidah dan nilai-nilai syari’ah. Mulai terjadi fenomena ‘mengkafirkan’ suatu golongan. Umat yang masih awam semakin bingung dan perpecahan tersebut yang melemahkan umat itu sendiri.

Penafsiran ayat tidak lagi tergantung pada kebenaran objektif . kemudian, jika ada ‘ilmuan yang berani istiqomah(konsisten) dengan pendapat mereka akan mengalami penyiksaan luar biasa. Dan dalam masa tahanan, para pendekar ilmu tersebut dicabut hak berpendapat (tidak boleh menuliskan pemikiran mereka).

Ummat yang makin lemah mengakibatkan kekuasaan jatuh kepada penjajahan negri-negri Kristen dari Barat. Mereka menjajahi moral dan mental umat sedemikian parah sehingga mayoritas umat kehilangan harga diri dan kepercayaan akan diri sendiri.

Dengan demikian, pendidikan Islam tidak lagi terarah pada penghayatan dan penalaran nilai-nilai islamyang sebenarnya penuh dinamika , dan berubah menjadi pengulangan-pengulangan formal akan nilai-nilai penurunan yang sudah membeku dan kaku.

Mulai terjadi kebangkitan umat mulai abad 15, sebagai reaksi terhadap tekanan yang sudah melamapui batas daya tahan kemanusiaan. Mulai muncul kebutuhan akan ilmu/buku-buku mengenai uraian masalah pokok dan dasar dengan pendekatan yang sesuai dengan pemikiran zamanya.

(Makna mentawhidkan Tuhan yang tepat)

Sekedar percaya akan wujud Tuhan belum cukup menjadikan seseorang itu Islam. Karena kepercayaan akan adanya Tuhan sudah muncul sendirinya dalam hati. Tanggapan manusia lah yang berbeda-beda akan kepercayaan terhadap Tuhan. Bangsa komunis sendiri pun memuja pahlawan-pahlawan mereka yang telah gugur. Masyarakat yang belum modern pun menyembah Raja mereka dan juga benda-benda alam lainya yang dianggap Agung. Bahkan masyarakat muslim juga memberikan sebutan Saidina untuk Rosululloh(yang segera menegur dan melarang sebutan tersebut).

Hal ini dikarenakan memang sudah watak manusia ini penyembah. ‘Tidak kuciptakan jin dan manusia, melainkan untuk mengabdi kepadaKu’ (Q 51:56). Alasan terjadinya kekeliruan dalam memahami sesembahan ialah karena kurang mampunya umat Islam menerangkan nilai-nilai Islam kepada dunia.

Iblis sendiri sebenanrnya mengakui wujud Alloh sebagai Tuhan. Kealahan iblis ialah ia telah menyombongkan diri dengan membanggakan asal-usul/keturunanya yang diciptakan dari api, sedangn manusia dari tanah. Penyakit kibir (membesarkan diri) ialah penyakit yang sengaja ditularkan iblis kepada manusia. Gelar-gelar bangsawan seperti raden (Jawa), tengku (Sumatra/Malaysia), bahkan sayid (mengaku keturunan nabi) seringkali dipentingkan dalam masyarakat saat ini. Ditambah apabila masyarakat yang memiliki jiwa budak/nrimo, yakni tidak memiliki kemampuan kebebasan berfikir/ kurang kritis, akhirnya para bangsawan ini mengukuhkan hak-hak istimewa mereka dengan berbagai cara.

sikap nrimo ini termasuk watak tercela dalam Islam. ‘Jangan ikuti apa yang tiada kamu ketahui. Sungguh pendengaran, penglihatan, dan perasaan hati, masing – masing akan dimintai pertanggungjawabanya.’ (Q 17:36)

Jadi, sekedar percaya wujud Alloh itu belum cukup. Yang paling utama ialah kepatuhan yang bulat hanya kepadaNya. Yang berarti bahwa meletakkan Alloh dan semua perinyahNya diatas segala-galanya, terutama diatas kepentingan dan keinginan pribadi.

Mentawhidkan Alloh membutuhkan berjuangan berat, dan kemampuan menghayati sikap tawhid secara tetap/konsisten merupakan prestasi yang paling mulia.


Demikian isi pendahuluanya. Selanjutnya dalam buku tersebut diberitahukan :

  • mengenai pengertian tawhid (peranan akal & rasa untuk mencapai tawhid, definisi Tuhan)
  • mengenai lawan tawhid yakni syirik & musyrik (tuhan popular masa kini : harta, tahta, syahwat; Rokok sebagai Tuhan; 2 pribadi panutan: Ibrahim AS dan Muhammad SAW)
  • mengenai contoh pribadi tawhid dalam sejarah (Khalid bin Walid; Umar bin Khattab)
  • mengenai hal-hal perusak tawhid (riya’; ananiah/egois, takut dan bimbang, zhalim, hasad/dengki)

Minggu, 29 Januari 2012

picisan atau klasik?



maksud picisan disini ialah prosa/karya yang nilainya hanya setara picis artinya murah sekali. sedang klasik yang saya maksud adalah kebalikan dari picisan yakni prosa yang nilainya kelas 1 alias paling unggul.




Kemarin dulu aku berangkat ke Rumah Film, meminjami film-film hiburan seperti biasa. Tiba-tiba tergerak untuk menonton film yang menimbulkan sendatan dan isakan, aneh, biasanya tidak. mungkin karena kehidupan dramaku sedang surut dan ombak sedang tenang (padahal air tenang tanda tak dalam, bahaya juga). mungkin sebenarnya ada arus deras jauh dibawah permukaan air tenang ini. yah, whaterver will be will be. lanjut.
yak mas rental menanyakan, udah nonton Juliet's letter? aku bilang. uh-oh, jangan yang itu mas.. yang romantis nyesek. dia menyahut, kalau 500 days of summer? yak yang semacam itu boleh. dia sambung lagi, kalo gitu ini aja mba,L'Appartment, film prancis. yang main Monica Belluci. oke.
aku pinjam, aku bayar, pulang lah aku.
tidak langsung kutonton, tapi ahirnya kusetel juga.
Dari awal penceritaan memang sudah langsung rumit. hahaha. dan makin banyak kejutan-kejutan nyesek. hanya saja, anehnya, air mata ini tidak tumpah, hidung ini bernafas lancar saja tanpa tertahan.
aku jadi berpikir, ini sebenanrnya film apaan? murah atau mahal? setelah selesai dan muncul credits pun aku termangu biasa saja. Ini film yang rumit, sama rumitnya dengan film Dot the i, bergairah dan nggak ketebak, sama sejenis. alur penceritaanya pun spontan dan pengenalan tokoh sangat minimalis. kalau boleh saya mengistilahkan, film kurang ajar. sama seperti pacar kurang ajar. selalu seru, dunia hanya milik berdua, sampai akhirnya kita tahu dia kurang ajar. sekalipun sudah tau, tetap saja menjalani hubungan sampai api diantaranya padam sendiri. (penulis mengarang bebas kata2 barusan).
setelah berpikir, kira-kira kesimpulanya:
1. aku terlanjur suka pada Monica Belluci, sehingga kalau jalan hidupnya dalam film tidak sesuai seleraku, aku merasa kecewa. yak, saya tidak objektif dalam menonton ini.
2. Aku menonton di rumah, banyak orang berlalu lalang mondar mandir. bikin ngga konsen. apalagi ini film prancis, tau lah.. sering bikin salah tingkah yang nonton. yak, saya butuh lebih privasi untuk menghayati sesuatu yang tabu.
3. tabu. film ini mengangkat masalah yang tidak biasa saya, sebagai manusia setengan wanita setengah anak-anak, jumpai dalam kehidupan sosial sekitar. mungkin ini dikarenakan kelangkaan hati nurani dalam dialognya. atau dikarenakan nuraniku masih berdinding tebal menghadapi yang tabu. aku masih belum melihat kebenaran. memang salah paham itu romantis, tapi, kebenaran itu justru harga suatu keindahan.
4. Kisah cinta yang klasik menurut pedomanku ialah yang tengah bertahan dan terpupuk dari sekian tahun lamanya (ngarang bebas). bukan dari 'kesempatan' atau aji mumpung. mungkin karena aku belum dewasa, masih menganggap hina hubungan suami istri. maksudku, aku baru setengah mencerna, apakah bisa dari hubungan suami istri, kita bisa menilai harga hubungan pasangan tersebut secara keseluruhan?

intinya, ini film yang cukup bermutu, sebab aku merasa mendapat pelajaran dari film ini. jangan mau menikah dengan pria yang belum siap menikah. jangan percaya pada sahabat kita akan menjaga perasaanya terhadap kekasih kita, karena ternyata hubungan pria dan wanita sungguh minim logika. menikah itu harus kuat hati, karena merupakan stasiun transit menuju dunia yang berbeda.
bukan seleraku.
berkelas, tapi bukan kelasku (atau belum ya?). aku masih kelas anak-anak.
tapi aku tetap menggemari wanita-wanita dewasa yang berkesan tajam dan kokoh seperti Monica Belluci, Sophia Vergara, atau Penelope Cruz. Wanita memang racun sekalugus penawar dunia. mahakarya terindah.

belakangan aku baru baca di internet, ternyata prosa ini mengadaptasi kisah Midsummer Night's Dream oleh Will Shakespeare.

Rabu, 25 Januari 2012

started nothing



(tulisan masih acak acakan, tanpa edit)

aku suka saat aku teriak pada Sofia; 'we started nothing, honey!'
oke, karena teriakan memekakan itu ahirnya terbitlah tulisan ini. sehingga liburan super santaiku tidak habis percuma.
menonton adalah ruang gerak tanpa batas untuku kabur dari kenyataan. luas, lapang, bebas. banyak film kutonton, tapi sampai kini baru 2 yang terpatri dihatiku. mungkin karena topiknya wanita atau/dan anak-anak. mungkin karena aku sampai meneteskan air mata. mungkin hanya film dengan latar wanita dan anak-anak yang membuatku terharu biru. mungkin karena aku ini wanita dan anak anak sekaligus.
cukup.
yak dan setiap kisah, baik film, lukisan, foto, lirik, puisi, cerpen, essay, (intinya buah karya-yg kusebutkan bukan semua, tapi yang sedikit kumengerti tenangnya) memang baik kita pahami berdasarkan sudut penulis (pencipta). apa yang melatarbelakangi ia membuahkan karyanya. Namun, setelah buah itu lahir dan terpublikasi, jangan salahkan pembaca telah melakukan intepretasi sendirimasing-masing yang tentunya berbeda2 tergantung sudut pandang pembaca. setelah terbit, kisah bukan lagi milik pencipta, namun kami para pembaca.
cukup soph.
oh. aku merasa gelisah menulis ini mungkin karena aku terpikir ulang terus lirik lagu yang didendangkan she&him; 'its hard to be ignored, when I look at you, you look so bored...teong teng toet... ma baby ma darling, i just thingking of leaving.' dsb dll.
oke. aku akan start something.

The Help

Aku jatuh hati pada film ini karena pemeran utama Emma Stone, memiliki karakter yang sangat oke. mengingat di easy A, dia menjadi wanita muda yang pandai, kritis, humoris, santai, baik, dan juga teguh dan kuat hati. (btw aku masih nggak ngerti kenapa judulnya easy A). kurang lebih Emma memiliki karakter demikian juga di The Help. hanya pembawaanya lebih serius. mungkin ini karena latar budaya tahun 60-an.
Film ini terbilag ringan dengan topik yang sebenarnya setara dengan To kill a Mocking Bird atau Hotel Rwanda atau Film-film kisah Nelson Mandela lain yang mengangkat Politik Apartheid. Keseluruhan kisah ini seolah diceritakan dari sudut pandang wanita. Namun aku masih merasa ada yang 'kasar' dari film ini, dari humor dan cara pemaparan yang jenaka picisan. Dan terang saja ternyata directornya adalah pria, Tate Tylor.
banyak adegan menyentuh. diantaranya yang kuingat ialah saat Emma dicampakkan oleh kekasihnya setelah ia menerbitkan buku yang frontal dan berani menyuarakan apartheid dari sudut pandang nanny. padahal sebelumnya sang kekasih ini mengatakan : 'write what you believe.' sungguh tipe pria yang sebaiknya dihindari--> esuk dele sore tempe.
Selain itu ada adegan saat ibunda Emma yang tadinya oportunis berbalik membela anaknya dan berbangga karna putrinya itu membawa kembali 'courage' ke dalam keluarga.
dari film ini aku berkesimpulan bahwa betapa penulis itu butuh dukungan dari pembacanya. penulis itu membuahkan sesuatu kepada publik, karena kalau menulis hanya untuk diri sendiri sama saja mengeluh.
Pemikiran yang disuarakan artinya kebaikan, bila diyakini itu adalah kejujuran dan kewajaran yang seharusnya.
itu menurutku saja sih. kira-kira demikian.

A Perfect World
Clint Eastwood, mendengar nama itu aku memikirkan adegan sepi dialog dan sarat bahasa tubuh dan kerlingan mata penuh makna. Tapi ternyata film ini jauh lebih renyah daripada film-film beliau yang pernah kutonton. Latar belakang kota kecil di bagia Texas, seperti biasa, namun tanpa kuda dan padang praire.
Hal yang paling kusukai dari film ini ialah pilihan dialog yang digunakan untuk membangun chemistry antara penjahat buron dengan anak kecil sandranya. sudah sering kita lihat kisah antara dua orang asing yang akhirnya menjadi partner, akibat terlibat satu kasus. atau sudah sering juga kita melihat kisah orang dewasa yang bisa berbahasa anak-anak sehingga bisa menjadi partner mereka. Di film ini, kisah orang dewasa yang berhasil memenangkan hati anak-anak digarap rapih dan jujur apa adanya. karakter si bandit tetap kuat, dan karakter si anak juga demikian. Bila dibandingkan dengan Roberto benigni di film Life is Beautiful dimana ia ikut menjadi anak-anak, saat berdialog dengan anaknya. film ini lebih condong ke Old Man and Sea dimana pria tua memberi kisah-kisahnya pada si anak nelayan, dengan caranya sendiri, dan menjadi dirinya sendiri.
Film Clint Easwood seringkali langka adegan sumbang, namun kali ini justru adegan Sherif texas ranger yang ia perankan yang justru kurasa sumbang. seolah hanya jadi kameyo saja.
Aku senang melihat cara Kevin Costner (sebagai Butch si bandit) bercakap kepada Phillips, si bocah. Betapa ia mendengarkan dan menganggap si bocah sebagai rekan setaranya, bukan sekedar anak-anak yang biasanya tidak dipercaya untuk dilibatkan. Aku pun senang dengan cara Phillip secara berani turut terlibat meski jauh dekapan ibunya, dan berani 'mengingatkan' Butch yang telah terlalu kelewatan bertindak. Itulah pertemanan, kurasa. adanya kesetaraan, kejujuran; demokrasi.
Film ini membuatku terharu terisak karena tengah mendorong pikiranku, bahwasanya sebenanrnya rasa takut itu diajarkan kepada anak-anak, bukan milik anak-anak. sebenarnya anak-anak itu sejatinya ialah para pemberani. 'Courage'. itulah kesamaan Butcher dan Phillips, yang sehingga merekatkan mereka berdua. berani bertindak yang mereka percaya benar, berani bertindak seperlunya.

Kira-kira begitu.

semoga tulisanku ini membari manfaat pada pembaca.
Alhamdulillah, minimal aku tidak lagi merasa started nothing.

Minggu, 08 Januari 2012

bimbang

Cause change, and lead. Accept change, and survive. Resist change, and die.
Suatu siang ditengah pelayaranku yang biasa, ada yang datang mendekat. didinding perahu kecilku dia menambatkan lenganya. Dia membuka tanganya memperlihatkan buliran buliran hijau, nampak seperti buah. dilemparkanya sebutir padaku. kuperhatikan dengan seksama, ternyata gumpalan daun yang dilinting seperti buah. lembaran demi lembaran kubuka.
"tidak usah dibuka, tidak untuk dibuka" demikian katanya. ahirnya kututup lagi lembaran-lembaran itu seperti semula. Sayuran. dari darat, kurasa. Belum pernah aku menemukan yang seperti ini. setiap hari sepanjang tahun aku hanya makan ikan-ikan laut, rumput laut dan air hujan. aku tidak pernah menginjakkan kaki ke daratan.
ku endus buah daun itu, kukulum. belum pernah kurasakan sebelumnya. kukunyah, kutelan. hum.. segar. seperti segar gerimis di waktu siang kemarau.
darah kentalku berjoget gembira. selama ini aku terlalu banyak mengkonsumsi garan dan protein. mineral yang baru saja masuk ke kerongkonganku memberi angin segar kedalam organ tubuhku.
aku menatapnya, berharap dia memberiku banyak lagi buah daun untuk persediaanku sebelum dia pergi. namun dia malah bersiap memanjat perahuku yang hanya muat satu orang.
"jangan, tetaplah disitu. jangan masuk ke perahuku. namun jangan pula berenang menjauh."ujarku. lalu dia berkata, dia harus kembali ke darat. jika aku ingin buah daun itu lagi, aku harus turun ke darat.
Bagaimana bisa, kaki dan tanganku sudah berselaput, aku tiada akan bisa berjalan didarat seperti orang darat lainya. "engkau bisa belajar" ujarnya.

bimbang.

apa sebenanrnya buah daun yang kumakan tadi? racunkah? penawarkah? mungkin sebaiknya tak usah kumakan, tadinya tubuhku sudah terbiasa dengan metabolisme langka mineral. atau mungkin sebenanrnya usiaku tinggal sejengkal, dan buah daun itu mengejutkan mengingatkan tubuhku bahwa masih ada harapan.
"beri aku waktu hingga matahari terbenam" aku harus menimbang dengan cermat. meninggalkan perahu ini sama saja meninggalkan kaki renangku. bagian dari tubuhku.
"tidak bisa, aku harus pergi sekarang aku pun butuh kembali ke daratan segera" ujarnya. " waktumu hanya sampai aku hampir tak lagi terlihat di cakrawala, aku akan berenang menjauh. Terserah padamu ikut atau tidak"tambahnya. Tanpa menunggu respon dariku, ia berenang menjauh.
Aku termangu. melihat tubuhnya timbuk tenggelam dibentur ombak.
ombak. selama ini aku hanya mengikutimu, bukan melawanmu.
bayangnya kini terlihat samar, ia terus berenang menjauh, tanpa menengok, tanpa berhenti. hingga akhirnya, hilang.
Aku berdiri diatas perahu, memandangi baskom tadah hujanku, payung pantaiku, bangkai ikan yang tadi tidak kuhabiskan, dan tombak pancing tuaku. melambaikan tangan aku pada mereka semua yang menemaniku selama hidup. hatiku bergemuruh, hidungku panas, dan pandanganku kabur karena airmata. " selamat tinggal!" ujarku pada semuanya.

aku menceburkan diri ke laut berenang melawan ombak. aku yakin kaki selaputku bisa menjejak mengayuh lebih kencang dari orang tadi sehingga aku bisa mengejarnya.
Tunggu aku, daratan.. ucapku pada jiwa ini.

Jumat, 06 Januari 2012

balasan


Dear xisara,
aku senang mendapat surat, terima kasih telah menyuratiku.

pemilihan diksi dalam mengungkapkan suatu pesan menjadi penting ketika kesalah pahaman menjadi permasalahan. dulu aku ngira yang namanya salah pahan selalu jadi masalah. tapi belakangan baru aku sadari, salah paham nggak selamanya menjadi masalah, saat kita sudah saling memaklumi. misal antara aku dan ibu-bapakku.
aku belum mengenalmu, aku belum memaklumimu. jadi aku masih mengkritisi setiap pemilihan kata yang kamu gunakan.

lalu, membahas tentang efek dari aku yang 'banyak ngomong/suka diskusi' mengenai 'diriku sendiri/pemikranku' menyebabkan orang-orang percaya dan mengenalku, adalah suatu pandangan baru yang kudapat darimu. aku teringat kata-kata temanku, Riza, saat aku bertanya padanya apakah dia percaya padaku:
' iya lah percaya, orang kamu kalo ngomong semuanya keluar'
kalau kamu berpendapat bahwa hal itu(dipercaya orang) adalah suatu keuntungan, bagiku malah menjadi ironis.karena saat aku bersama orang yang tidak aku percaya tapi dia percaya padaku, aku akan gelisah sedangkan dia akan nyaman. jadinya akan timpang.

idealis.
aku memang idealis, aku ingin semuanya sempurna, seimbang, selaras. sayangnya kehidupan adalah film yang realis. (mana ada film realis, haha).

mengeni kamu grogi. well, aku tahu banget yang namanya grogi. hal itu nampaknya muncul setiap kali lawan bicaraku mengungkapkan pemikiranya dengan percaya diri sedangkan aku tidak dalam kondisi siap berpikir cepat. aku merasa tidak bisa menyanggal lawan bicaraku, dan akhirnya aku diam.
aku selalu kesal tiap kali Riza bilang
" kamu mikirnya jangan lama-lama,kalo aku mikirnya cepet, sof"
tapi itu fakta yang harus kuhadapi, sar (dia jahat banget ya. haha). mungkin itu yang kamu rasakan. grogi karena lawan bicara bercerita dengan penuh percaya diri.
masukan buatku juga sih, agar aku bisa mendengar pendapatmu, maka caraku mengungkapkan harus memikirkan perasaanmu juga.

apa lagi ya.
hum..
oiya, memang kita harus menghilangkan ganjalan hati agar bisa melanjutkan hidup. aku memaklumi kalau ada ganjalan, sebaiknya ungkapkan. kalau jadinya aku yang malah ganti terganjal, nanti juga akan kuungkapkan. haha.
jangan khawatirkan apakah akan mengganggu/menyakitiku, kan di dunia ini ada yg namanya kompromi.

Dan masalah kedewasaan, aku tidak punya ilmu buat merespons. hha.
yasudah sekian dahulu.
sampai jumpa lain kesempatan.
Trimakasih banyak telah mengirimiku surat.

Kamis, 05 Januari 2012

cowardly lion

Tinggalah seekor singa di hutan hujan tropis kawasan khatulistiwa. Singa biasanya gagah berani dan mereka berkawanan di padang sabana yang luas di benua afrika, namun singa yang satu ini berbeda. dia terpisah dari kawananya dan sangat penakut.
ia tinggal di dalam liang
ia tidak jauh lebih dari ia mendapat air dan buah-buahan
ia selalu takut pada malam
ia takut saat memejamkan mata lama-lama
ia takut pada suara burung hantu
ia bahkan takut pada ekornya sendiri
Suatu hari ia mendengar suara nyanyian dari kejauhan. Ternyata ada seorang manusia, manusia kaleng, dan manusia kerami yang datang menyusuri jalan setapak dekat liangnya. Singa ini sungguh ketakutan.
' oh, mereka akan menemukan liangku, aku dalam bahaya'
singa kemudian segera mengeluarkan auman-auman paling keras yang bisa ia teriakkan. Selama ini auman ialah cara paling ampuh yang menjauhkan dia dari bahaya (menurut pikiranya).
sambil mengaum ia mengintip dari balik semak-semak.
melihat rombongan yang ketakutan, singa akhirnya menampakkan dirinya.
'aku akan memakan kalian, mencabik kalian, menghajar kalian sampai babak belur!'
ternyata rombongan itu adalah Dorothy, manusia Kaleng dan manusia Jerami dalam perjalanan menemui penyihir Oz. ketiganya gemetaran tanpa bisa bergerak melihat kedatangan singa yang tiba-tiba.
'Guk!' Toto, si anjing Dorothy tidak takut pada singa dan mencoba untuk melindungi tuanya.
'Guk-guk!'
mendengar salakan si anjing kecil, nyali si singa langsung ciut. singa langsung terduduk menangis meminta ampunan. akhirnya ia mengaku, ia adalah singa penakut yang selalu dikejar rasa khawatir. singa memperlihatkan kantung hitam dibawah matanya memperlihatkan ia sulit tidur karna ia tidak dapat berhenti ketakutan. Ketakutan membuat kita tidak bisa tidur.
Dorothy dan kedua temanya berbalik dari ketakutan menjadi kasihan.
akhirnya mereka menawarkan, bagaimana jika singa ikut bersama mereka untuk meminta sedikit keberanian kepada penyihir Oz.
setelah bercemas, berulang kali berubah pikiran, berulang kali diyakinkan, akhirnya ikutlah si singa dalam rombongan tersebut. jadilah 4 sekawan itu dengan mantap menuju oz.
mereka akan meminta otak untuk manusia jerami, hati untuk manusia kaleng, 'home' untuk Dorothy, dan keberanian untuk singa.

...

lanjutan kisahnya tentu sudah kita ketahui dalam kisah Wizard of Oz yang saya tak perlu saya paparkan disini, karena sebaiknya pembaca menyaksikan sendiri. tentunya yang versi original, sebab tidak ada yang lebih berkelas dari karya klasik.
singa akhirnya dapat menemukan keberanianya sendiri tanpa bantuan jampi-jampi dari penyihir Oz dengan rela mengorbankann dirinya demi teman-temanya.

keberanian adalah sesuatu yang sangat mahal, karna tidak saya miliki. keberanian itu saya duga adalah memikirkan orang lain lebih dari diri saya sendiri. menahan rasa sakit diri sendiri demi kebahagiaan orang lain. kehilangan sesuatu demi kebaikan untuk orang lain.
keberanian itu tidak egois.

saya mengutip dari blog seseorang http://www.duniaesai.com :

Pengarang Amerika, Ernest Hemingway, merumuskan kualitas keberanian sebagai ”kemuliaan di bawah tekanan”.
Sedangkan Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan keberanian sebagai ”mempunyai hati yang mantap dan rasa
percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya”.