Kamis, 23 Juni 2011
Senin, 13 Juni 2011
partner
sebelum memulai tulisan ini, aku sempat berpikir, kreativitas akan muncul ketika ada masalah. menulis aku kategorikan sebagai salah satu proses kreatif, dan ternyata aku jarang menulis tahun bekangan ini. apakah aku jarang mendapat masalah? ataukah aku jarang berhasil memecahkan masalah? nampaknya yang poin ke-2 yang lebih tepat.
Dig
pernahkah kau merasakan menjadi orang baik dan menjadi orang jahat di satu waktu yang bertepatan? kemudian seorang rekan datang menggali kedalam hatimu bukan untuk mengaduk aduk perasaanmu melainkan memilah antara kejahatan dan kebaikan, lalu mengeluarkan hal-hal buruk dari dalamnya sehingga yang tertinggal hanyalah perasaan positif? pernahkah kamu melakukan hal serupa terhadap rekanmu?
ini adalah suatu permainan yang sangat layak. namun aku belum pernah berhasil saat melakukanya lebih dari berdua.
Driven
pernahkah ketika kau melakukan sesuatu yang sangat membahagiakan, tapi harus kau hentikan karena terdorong oleh norma dan pandangan lingkungan yang ada?
sungguh, ternyata suatu sistim aturan ini cara kerjanya adalah menyetir kita untuk beraturan, aku tiada kekuatan untuk melakukan pilihan. kata orang hidup adalah pilihan? ya, hidup adalah pilihan: mau masuk atau tidak kedalam sistim ini? sekali masuk, sulit untuk keluar. atau mungkin aku kurang keras mencoba dan terlalu mudah menyerah. tapi tenanglah, aku selalu punya mimpi untuk keluar dari sini. tapi sendirian memang terlalu berat.
Climb
pernahkah kau menonton film Flipped : http://www.imdb.com/title/tt0817177/? dalam film ini ada suatu kisah tentang pohon ara tua yang selalu dipanjat oleh Jiliana, dan gadis itu sangat mencintai pemandangan yang ia lihat dari atas pohon. kupikir aku bisa merasakan gadis itu, karena aku punya genteng rumah yang sangat mudah untuk dipanjat.
sekedar intermesso, sudah lama aku jarang memanjat keatap genteng ini, tapi setiap kali aku melakukanya, perasaanya selalu sama, meskipun merapi sudah ketutupan dengan saphir square, meski pohon besar di kelurahan itu sudah tinggal tampak pucuknya karena tertutup rumah2 tetangga baru yang tingkat2, meski perbukitan di timur tertutup oleh mangga tetangga yang tidak pernah dipangkas. aku tetap merasa sangat dekat dengan langit.
yah, kita harus punya suatu tempat yang bisa kita panjat setiap harinya supaya bisa merasakan diri kita.
pernahkah kau menjadi sebuah pohon, atau sebuah genteng atap, atau sebuah gunung, yang dipanjat dan orang bisa melihat langit dengan jelas? well, itu sama perasaanya seperti ketika kita kita yang memanjat ke atap.
sekian
Langganan:
Postingan (Atom)