Sabtu, 15 Mei 2010

wiseacre bodoh dalam konteks yang sebenarnya

barusan aku memposting sesuatu yang memnyakiti hati seseorang,teman. karena itu segera kuhapus.
kalo aku ingat2, aku pernah juga kayak gini. pas itu saat mengomentari postingan indik yang sedang bergundah hati tentang kuliahnya. aku membuat komentar yang radikal tentang cara pikirnya, tanpa bermaksud menyudutkanya. aku cuma ingin indik tau sudut pandangku akan hal yang ia utarakan itu bagaimana rasoinalitasnya dimataku. tapi tanpa dinyana, ternyata indik sebel mendapat komentar 'kasar' yang aku lontarkan. meskipun aku berniat mengomentari dengan pemikiran dalam yang serius,tidak hanya komentar = iya udah, sabar ya, kamu pasti bisa lalala. tapi pada kenyataanya yang ingin ia dapatin justru komentar yang demikian. aku salah langkah. dan malah menyakiti hatinya.
maap ya ndik :(
itu hal yang sudah pernah terjadi di masa lampau, mungkin juga indik udah lupa.

dan tadi subuh aku melakukan kebodohan yang serupa. menyakiti hati orang karena sok-rasional. kalaupun indik pernah kusakiti, pasti dia bisa paham kenapa aku melakukan hal itu, karena indik sudah mengenalku yang serampangan ini. tapi teman baruku ini pasti sulit memaafkanku karna bila dipikir logika aja tindakanku sudah kriminal-mencemarkan nama baik.hasyah.maafkan aku teman :(
wiseacre bodoh, ternyata tidak pernah berubah.

yaAlloh. padahal kita sudah ada di jaman post-modern yang semuanya bisa disuarakan. tidak ada kebenaran absolut yang bisa dipegang. semua permasalahan harus dilihat dalam konteksnya.aku mau ngomong apa sih?kebawa-bawa makalah sejarah.
oiya, aku merasa konteks ini lah yang harusnya dimengerti dahulu, sebelum merajuk ke permasalahan.
konteksnya adalah, (ada) ruang-ruang pribadi manusia yang tidak boleh kita masuki.maksudnya, saat kita melihat adanya katakanlah kepincangan yang harus diluruskan dalam hal pribadi seseorang, adalah haram untuk menyentuhnya. (menyentuh aja haram, apalagi mencoba meluruskanya)
*aduh ini bahasaku sopan gak ya. yah, maksudnya gitu deh,aku bingung mengkata-kata kanya*
intinya, ada batasan yang tak boleh dilampau saat beropini mengenai hal didalam zona pribadi orang lain.mungkin ini namanya etika.
itulah kekuranganku.
keadilan tidak akan tepat diberlakukan tanpa etika. sama seperti
rasionalitas menjadi tidak penting(atau bahkan salah) saat hati tidak digunakan.

YaAlloh, sampai kapan aku memiliki perangai wiseacre-bodoh.
Ya Alloh, hamba mohon tuntunlah hamba ke jalan yang lurus. dan ingatkan selalu agar hamba senantiasa berfikir. dan jangan masukkan hamba kedalam golongan orang-orang munafik. sungguh, hamba tidak akan tahan dengan adzab-Mu yang legendaris tapi nyata.

Senin, 03 Mei 2010

ayam berkokok

ayam sudah berkokok.
saya baru bangun.

ada tugas tentang azimut altitud untuk memahami kenyamanan setelah memberikan perhatian pada jalur matahari.

saya..................................
nggak tau apa yang asedang saya lakukan.
padahal tinggal 1-2 minggu lagi menuju presentasi internal. tapi saya merasa tidak mendapat ilmu di semester ini. saya takut, saya berjanji tiada pulang ke Jogja kalo ip nggak 3.5
apa memang saya harus tidak pulang keJogja? saya juga tak tahu.

apa yang sedang saya lakukan?
sungguh aku tidak memahami projek Perancangan Arsitektur 2 ini. sungguh tidak memahami pekerjaan arsitek membangun rumah tinggal ini. mengapa arsitek begitu sok tau akan kebutuhan klien?kebutuhan itu hanya orang bersangkutan sendiri yang tau. sepenting apa sih form itu? bisakah jelaskan padaku sekarang? apa memang kita harus mengikuti apa deadline dari dosen menurut silabus. kenapa arsitek begitu sok tau seolah punya solusi yang paling tepat untuk masalah sebuah keluarga?
buat apa aku belajar ini?
aku nggak mengerti apa yg sedang aku pelajari. aku tidak suka. hati nuraniku tak tergetar sama sekali.
saya merasa......................tidak melakukan apa-apa.

anak durhaka.
saya sungguh tidak mendapati ilmu selama 4 bulan ini. padahal saya tinggal di kosan baru 500ribu bak menginap di hotel bintang. aku anak durhaka. aku pantas masuk neraka.
ya Alloh, sungguh hamba tidak akan kuat.
tapi aku memang anak durhaka yang pantas masuk neraka.
Ya Alloh, apa yang bisa hamba lakukan untuk menebus ini?
menjadi anak sholeh itu sungguh susah sekali.
terlalu banyak nikmat yang Engkau berikan, tapi jangan biarkan hamba terterangkap dalam cobaan ini. tolong hamba, hanya Engkau yang bisa menolong.
apa memang saya tidak boleh pulang ke Jogja?
saya merindukan makan bersama orang tua saya, saya rindu sholat bersama bapak saya menjadi imam, saya rindu bertengkar remote dengan adik saya, saya rindu disuruh mbantuin jemur baju, saya rindu nganter ibu ke Bantul, ke kandang sapi.
saya rindu makan bersama keluarga saya. karena ibu saya masak kangkung kalau saya pulang.
ya Alloh, hamba anak durhaka.
seharusnya saya disini untuk menuntut ilmu, berguna bagi bangsa negara agama.
tapi sungguh hati ini tak tergetar, tak terikat dengan tugas-tugas saya.

saya berjalan tapi tak terarah
saya bicara tapi tidak paham
saya berhati tapi tak merasa
saya berotak tapi tak berpikir
saya hidup tapi tak berguna

pantaskah aku ada di bumi ini ya Alloh?
sungguh mahasiswa memang sombong. merasa punya ideologis paling jujur, paling benar. kata siapa? besar omong. hanya ikut-ikutan zaman saja berani bermulut besar.
tahukah kamu apa yang benar-benar seorang manusia butuhkan, hai mahasiswa?
memikirkan bangsamu saja sudah berlagak, urusi dulu dosa-dosamu pada dirimu, pada keluargamu, pada lingkunganmu.

aku nulis apa sih? aku pun tak paham apa yang kutulis.
saya menulis tapi tak menganalisis.
dangkal. saya memang pantas masuk neraka.
Tuhanku, ampunilah aku, aku tak mampu kalau sendirian Tuhan, hamba mohon, dampingi hamba kemanapun otak ini berpikir, kemanapun hati ini merasakan, kemanapun jasad ini terombang-ambing. Hamba mohon. hamba tak ingin masuk neraka.