Sabtu, 22 Desember 2012

draft

aku menemukan beberapa tulisan tidak selesai, yang biasanya jadi draft karna mut menulis tiba-tiba hilang. atau misalnya ada distraksi lain. dalam rangka merapihkan folder, saya memutuskan untuk mempublikasikan secara acak.





bulan 1 tahun 2012

Darling
Dear Darling,
aku yakin saat aku menulis ini dikau sedang terlelap. bagus lah, tidur memang pelarian paling baik dari kelelahan. lelah bergerak, berpikir, berkesah.
dini hari disini sungguh gerah, aku hanya menggunakan kaus singlet dan membuka jendela lebar-lebar mengharap iba dari semilir malam. berbeda dengan di tempatmu, kamu pasti meringkuk terbenam selimut tebal, apalagi dengan kegelisahanmu kekasihmu tak ada disisimu sekarang.
tak apa darling, kita ini wanita, lebih kuat menahan perih dari mereka.
Darling,
aku tahu dikau mencemaskan hubungan kalian.
....

bulan 12 tahun 2012
Lukisan

sekarang sedang adzan, seharusnya aku segera mengambil wudlu dan sholat kemudian berangkat kerja. tapi ada satu dua hal yang mengganjal melonjak ingin disampaikan.
aku baru berkunjung dari perpustakaan kota. di sebuah meja baca, aku lihat ada sebongkah raksasa kertas2 karton tebal, setelah kubuka ternyata itu adalah kliping karya lomba lukis anak tk-sd. kubuka lembaran demi lembaran, berniat kunikmati setiap coretanya, namun yang kudapati adalah kekecewaan.
teringat tulisanku tentang menjadi pengawas di lomba lukis anak TI dan kami menjadi juri, aku berceloteh tentang matinya kreasi seni pada jiwa anak-anak. nah, mirip dengan itu, anak-anak jogja memiliki karakter gambar yang serupa. sangat mirip degan gambar ku saat sd jaman dahulu. (hampir 10 tahun lalu berarti..) sebab, karakter tokohnya telah diciptakan oleh guru seni rupaku dan kami semua sadar atau tidak menjiplak mati. disampul klipping aku melihat tanda tangan berbunyi: haryadi (nama yg sama dengan guru senirupaku saat sd).
sungguh pembunuh seni. mereka para guru seni rupa sd.

sebenanrya ada beberapa hal lagi yg ingin kuceritakan terkait
 .....

bulan 3 tahun 2011
rencana
bimbang
1 (merasa) tidak tetap hati (kurang percaya); ragu-ragu: ia masih -- menerima usul itu;
2 (merasa) khawatir; cemas: ia selalu -- memikirkan nasib anaknya yg merantau di negeri orang;

mem·bim·bang·kan v
1 menjadikan (menyebabkan) tidak tetap hati (kurang percaya, ragu-ragu): desas-desus itu sangat - hatiku; kabar-kabar yg -;
2 cemas kpd; khawatir kpd: beliau sangat - nasib anaknya yg ditahan polisi;

ke·bim·bang·an n
1 keragu-raguan; kesangsian; 2 kecemasan; kekhawatiran

bimbang adalah hobby saya. bagi beberapa orang, memikirkan hal yang tak pasti, sehingga mengakibatkan bimbang adalah hal yang biasanya dihindari. tidak bagi saya. terhanyut dalam ruang yang hanya terdiri atas pikiran pribadi hingga mendapatkan jawaban yang dicari (atau sekiranya merasa telah mendapatkanya) adalah saat-saat yang selalu saya nikmati. karaena, betapapun menyedihkanya saya terlihat bagi orang lain, saya tahu bahwa yang sedang saya lakukan adalah langkah penuh pertimbangan.

Budhe : sof, aku sudah bincang-bincang sama mbah uti, siap-siap kalo kamu besok ambil profesi, ambil aja.
aku : aah. aku kayaknya nggak mau.
Budhe : lah, kenapa?
oiya, kamu kerja praktek kapan? nanti saya tanyakan Om wawang, dia boasanya bikin- bikin aparteman.
aku: nggak tau, aku kayaknya nggak ngambil KP.
Budhe: lho, kenapa? ambil saja. teman-temanmu bagaimana?
 ....

bulan 10 tahun 2011 

life is very short, and there's no time
for fussing and fighting, my friend
I have always thought that it's crime
we can work it out
...

membeli keramik

puluhan kali bulan muda dan purnama silih menggantikan satu sama lainya tanpa aku merekam yang ada dibaliknya. alasan aku tidak menulis agaknya karena aku tidak yakin akan membuat tulisan yang bagus (bermanfaat) bagi hiruk pikuk kebisingan. tapi saat ini aku sedang jauh dari keramaian, sehingga tiada rasa kecil hati bila membuat satu kegaduhan.
bebas lah ya..

Kamar mandi di rumahku akan direnovasi, alhasil aku membuat perhitunga ukuran, dan aturan komposisi fungsi dan dekorasi dalam kamar mandi. kemarin dan dua hari lalu, aku melakukan perjalanan ke tempat- tempat penyedia perabot kamar mandi dan keramik. toko yang kukunjungi ada di jalan Solo dekat Janti, sebelah timur Sri Wedari Hotel. namun nyatanya susah menemukan keramik dengan corak yang sesuai keinginan. dan aku memutuskan pergi ke toko lainya pada hari berikutnya, bersama Bapakku.
di toko yang berbeda tersebut, yakni toko Gajah Mada di jalan sebelah  barat Malioboro, pilihan keramik yang ditawarkan lebih banyak anekanya. namun jenis keramik yang sesuai keinginanku terlihat biasa saja, dan banyak pilihan lainya yang lebih menarik.
alhasil, perlu waktu 3-4 jam di toko keramik hanya untuk membuat alternatif kombinasi corak, ukuran, dan harga yang terbaik. aku senang berada di tempat yang ramai warna, sehingga kegiatan memadukan tersebut tidak merepotkan bagiku. hal yang membuatku berhenti adalah karena Bapak ternyata capai. akhirnya aku menyeleksi 2 alternatif dan akhirnya memutuskan pertimbangan harga yang terbaik sehingga terpilih satu keputusan.
setelah memesan keramik, kami makan, lalu pergi memesan satu set kloset dan satu set westafel beserta perkakas pelengkapnya, baru kemudian pulang kerumah.
senin adalah hari yang kunantikan, sebab semua pesanan barang akan datang, dan  baru bisa melihat perpaduan yang telah kupilih sebelunya. apakah sesuai bayangan atau kurang sesuai.
...
merancang. membuat reka model yang diinginkan dan mewujukan pada kenyataan.
tahapan-tahanpan kesumuanya adalah penting dan berkaitan. berlama-lama dalam membuat gambar dan melakukan perhitungan, tidaklah menjamin keberhasilan. karena disesuaikan dengan ketersediaan barang dan ketersediaan dana. bisa saja sebenarnya melakukan usaha keras untuk mendapatkan barang dan harga yang diinginkan. namun, apakah tidak merugikan orang lain maupun diri sendiri? (Bapak yang lelah, misalnya).
kerja dengan keras, kerja dengan cerdas (oportunis?), dan kerja dengan sepenuh hati. agaknya akan dipilih sesuai dengan kondisi sekitar. kerja. melakukan kegiatan yang bermanfaat (baik sedikit atau banyak), katanya lebih bermanfaat daripada tidak melakukan apa-apa.
lalu, saat saya merancang masa depan, agaknya tidak masalah jikalau meleset dari rencana. tergantung manfaat dan kerugian yang akan ditimbulkan buat orang lain. nanti pun bisa dirancang lagi.
seperti kamar mandi yang pastinya nanti akan direnovasi lagi saat kebutuhan sudah bergeser dan ada tunjangan dana.