i don't know what i was doing.
singkat saja. belakangan ini aku banyak mendapatkan imajinasi baru. bukan inspirasi sebenarnya. mungkin kesesatan. aku juga nggak tahu sebenarnya apa yang membuat sesuatu dianggap sesat, apakah teori/pemikiran dari manusia? atau teori Tuhan? panjang juga aku berdebat dengan pikiranku sendiri, dan aku berkesimpulan. sebenarnya hal yang dijadikan landasan memutuskan sesuatu adalah hati nurani.
nurani adalah topik faforit yang berputar selalu di otaku.
ok, aku akan memulai. jadi belakangan ini aku pernah berpikir. what if i have felt in love with a Christian. tidak benar2 terjadi. hanya what if. ya aku tau kalian semua( mungkin seluruh alam) akan menentang. "kau pendosa!" "kau pezinah!murtad!". nggak tau sih, apakah ada yang benar akan menyelamatkan ku jika what if itu benar-benar terjadi.
nggak, nggak, aku tidak sedang ber khutbah.
yang mau kukatakan adalah, ketika kita memilih sesuatu, dan melakukan sesuatu, sebenarnya itu atas dasar apa? apakah agama? norma? tradisi?
it will be so boring, so unrich. kalau yg terjadi adalah bahkan kita tidk tau buat apa kita melakukan ini-itu.
idk,
saat kita misal dituntut menikah setelah selesai kuliah dan sudah bekerja, itu karena menjalankan tradisi. "sudah saatnya menikah, carilah pasangan,carilah pacar". but wait a minute, apakah pengantin itu tahu apa arti pernikahan sebenarnya? katakanlah, sudah jelas dalam alkuran kita wajib menikah saat siap. siap yang bagaimana? finansial? rohani?
atau misal, sudah saatnya kita pakai jilbab, udah besar. buat apa? atau pakailah jilbab, sudah mens, sudah dewasa. buat apa? karena alkuran mengatakanya? maksudku, coba ceritakan kenapa bisa Tuhan kita menyuruh melakukan ini dan itu?
cara berpikirku selalu demikian. I'm not a practical (walau kadang2 demikian). I'm a theoritical.
selama ini, kedekatanku dengan Alloh tidak konstan. bahkan aku lebih merasa lebih dekat dengan nuraniku. aku nggak mengatakan Tuhan itu tidak sejalan dgn nurani, atau sebaliknya. it's conditional.
pernah suatu hari aku sangat ingin unpar. sangat ingin. maksudnya benar2 ingin sampai aku mencapai tahap tinggal daftar ulang aja. saat itu Bapaku mengatakan hal yang sangat sangat....aku nggak tau. tapi yang jelas kala itu pikiranku masih tak berubah, sampai baru sekarang aku sadar.
bapakku bilang "Kamu sombong". dulu aku benci dikatakan sombong, sok pintar. karena aku ingin unpar bukan bualan. maksud bapaku, aku sangat sombong bahkan menentang kata Alkuran bahwa kita harus berhati2 terhadap nasrani dan sebagainya. kala itu aku nggak mendapat maknanya. so what kalau aku menentang? aku nggak tau kenapa hars waspada dgn mereka?
Tapi Tuhanku bukanya membenciku, namun malah membariku anugrah. belakangan aku masuk arsitektur disini adalah anugrah.
itulah salah satu kisah nuraniku. Alloh tidak menghukumku ketika nuraniku berkata salah. Alloh membantuku ke jalan yang membahagiakan dikala aku mempertahankan apa yang nuraniku ingin lakukan.
Kadang aku salah paham antara nurani dan nafsu.
dahulu saat aku punya pacar, belakangan aku ketahui bahwa itu adalah nafsu. kala itu, aku nggak tahu apa alasanya aku nggak bahagia punya pacar yang baik.dan akhirnya, aku nggak tahu gimana cara Alloh memeritahuku perbedaan nurani dan nafsu, yang jelas nafsu nggak membuatku bahagia.
Alloh Maha Besar.
Aku nggak punya apa apa. sekalipun nurani. Dia yng mengontrol semua. I mean it.
dulu aku di ajari di sd bahwa iman itu: diucapkan dengan lisan, dilakukan dengan perbuatan, dan diyakini dalam hati. sebenarnya itu kebalik. diyakini dengan hati, dilakukan dengan perbuatan, baru diucapkan dengan lisan. I mean, kita nggak mungkin mengatakan sesuatu yang tidak kita pahami benar. kecuali bagi pembual. mungkin aku pembual, tapi saat menjadi pembual, itu seolah aku nggak punya nurani. itu.. tidak membahagiakan.
Oh Ya Alloh, Tuhanku, Engkau sangat Maha Maha Maha Maha Maha Maha Maha Maha Maha Besar. saya bukan apa2. debu pun bukan, halusinasi pun bukan. habis nulis ini saya mati pun is not important. really.
Ok, back to topik. what if i have felt in love with a Christian? ya udah, kan cuma what if. ntar aja dipikir kalau benar2 terjadi. untuk saat ini lakukan saja apa yang nurani ingin lakukan. jangan buang energi mu untuk suatu perandaian yang bisa diabaikan untuk saat ini.
oh iya, aku tidak menilai orang lain lo ya, yang menilai diri masing2 individu adalah Tuhan.
ok, have a nice weekend everyone!