Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 April 2012

what always happen : life

Pura pura mati, si pemarah melanjutkan permainanya. Bersama teman khayalanya, ia beradegan seru. Ia sangat gemar pura-pura mati ditembak. Tapi kali ini bukan. Ia mati serangan jantung. Tanpa darah, tanpa organ berceceran.

Tak minat ia dengan panggung. Ia lebih senang bermain sendiri, dengan kawan setianya. Duet mereka.

Tak pernah ia kursus akting. Tak pernah pula tergabung dengan teater. Bukan, ia bukan orang kebanyakan. Ia juga bukanya orang luar biasa. Tapi yang jelas, dia orang.

Setiap saat ia berdrama. Romantika, jenaka, satire, semua ia mainkan. Tapi ia benci memainkan adegan misteri, sebab saat itu ia merasa paling dekat dengan kenyataan. Sedang ia benci kenyataan.

Dalam mimpi pun ia ber akting. Berpura-pura.

Si pemarah adalah julukan yang diberikan orang-orang padanya. Bukan, bukan karena ia gemar berteriak, bukan karena hobi mengumpat, memojokkan, membanci, menyalahkan, bukan. Ia dikatai si pemarah adalah karna hanya dengan julukan tersebut ia mau menoleh jika dipanggil.

Ia tak pernah berhenti bermain karena dalam mimpi pun ia bermain.

Berpura-pura.

Kalau ditanya, siapa sebenanrnya si pemarah? Jawabanya tidak akan terbit. Karena kebenaran itu tak ada bagi si pemarah. Yang ada keseluruhanya ialah pura-pura.

Gila? Kau anggap dia gila?

Maaf, tapi pendapatmu tak ada pentingnya. Tak ada yang lebih penting dari pada melanjutkan kepura-puraan ini. Sampai bosan pun. Sekali pun.

Selasa, 08 Maret 2011

kado




malam ini teman2 kosan (aku, ajeng dan belo) meramu (mencetak ulang) coklat. ajeng ngasi ke agi (pacarnya), belo mau ngasi ke ___(gebetanya) dan aku memutuskan mau ngasi ke inka. aku iri melihat teman2ku berkreasi karena terinspirasi cinta. jadi aku ikut2an.
sebenarnya yang menarik bukan bikin coklatnya, melainkan bikin wadah kado nya.
aku bikin seperti ini:





Jack love, karena aku memandang inka seperti jack dan dia love.
3 kriting, karena... ada deh, geblek deh pokoknya.
as waru, karena aku paling suka gambar itu. komposisi dan bentuknya paling aku favoritkan.


Kamis, 04 November 2010

keluhan

baru kali ini saya merasakan bagaimana saat salah seorang staff di bidang yang kini dikepalai olehku dianggap tidak becus oleh orang lain.
aku sebal sekali dengan orang lain itu. dia membuat seorang staffku merasa sedih tak berguna.
dia mengeluh pada staffku karena sebuah proker acara lecture yang akan dimentori olehnya selalu ditunda setiap minggu. dan staffku inilah penanggung jawab acara.
okelah ini mungkin hanya masalah komunikasi. dan detil permasalahan dan pembelaan nampaknya tidak perlu saya ceritakan disini.

namun yang saya renungkan adalah,
betapa saya jauh lebih sakit hati ketika anak buah saya disepelekan daripada saya yang dilecehkan. mau orang nyoret2 foto saya di mading, mau orang ngelecehin saya lewat surat, mau orang ngecengin saya sampai lebaran kuda, rasanya tidak sesakit hati ini. rasanya saya tidak sepeduli ini.
mungkin... karena saya paham seberapa giat para staff bekerja, saya yang mengarahkan apa-apa yang harus dilakukan, sehingga saya mengenal setiap karakter kerja staff yang mencerminkan cara kerja saya. sebersit saya membayangkan, apakah ini mirip seperti proses ikatan antara orang tua dan anak.

kemudian, saya tidak habis pikir. betapa seorang yang merasa (dan memang) dewa dalam suatu bidang dan (mungkin) sudah merasa profesional, sehingga tidak merasa setingkat bekerjasama dengan sebuah tim yang kurang profesional. lalu dengan mudah mengeluhkan kinerja yang lain karena keleletan dan keteledoran yang lain. saya jadi bingung sesungguhnya apa itu profesional.
katanya, proffesional itu adalah orang yang ahli di bidangnya.
jadi ketika saya meminta seseorang yang profesional menjadi mentor dalam lecture yang terkait dengan profesinya, itu adalah salah. karena dia adalah profesional, bukanya mentor. tidak ada semangat mengajar dalam dirinya. target yang saya inginkan(bahwa audiensi akan memahami lecture) tidak akan tercapai.
lain kali kalau saya akan mengadakan lecture, maka saya akan mencari orang yang berkompeten dan berniat mengajari dan profesional.

sudah.

Rabu, 21 Juli 2010

klinik > olah raga

part1
Pergi ke klinik dekat kampus,karena mriang.


dokternya tanya,"apa keluhanya,dek?"
ak jawab seadanya."bla..bli..blu..bla..ble"

lalu resepun ditulis.
tulis tanpa basa-basi.
mual? kasi obat anti mual
pusing? kasi obat sakit kepala
mencret? kasi obat ngempet
demam? kasi obat penurun panas.

dibayar di depan,tambahnya.


hmmmm
apa cuma aku yang merasa tertipu?
jadi apa bedanya menulis resep dengan mengisi tts lawan kata?
mriang apa sih?ak cuma sedang tdk hepi ato banyak pikiran(mungkin).


jiwa dan raga saling berhubungan.
ada ilmu yang mempelajari jiwa.
ada ilmu yang mempelajari raga. psikiater ato psikolog dan dokter harusnya bekerjasama. atau satu klinik 2 gelar.

atau adakah ilmu yang mempelajari tentang hubungan nya saja? antara jiwa dan raga.

part2
Olah raga itu repot,tapi penting.olah raga itu menggerakan otot,lalu melancarkan peredaran darah,oksigen,keringat.

olah raga sebagai salah satu dari 3 kunci kesehatan (olah raga,nutrisi,tidur/istirahat pikiran).

tapi orang jaman dulu (sebelum revolusi industri) tetap sehat tanpa olah raga. soalnya hal2 harus dikerjakan dengan tangan dan kaki sendiri. bukan roda,sayap,mesin buatan orang lain.
kalo motor itu haram,mungkin gak ada orang yang olah raga untuk kesehatan.soalnya semoa orang udah sehat tanpa harus olah raga.kan tiap hari jalan kaki..

hahaha