sekapur sirih : selamat datang, silakan masuk
ada beberapa hal yang saya pikirkan dan saya rasakan. Saya coba uraikan di blog ini secara tersusun.
Assalamualaikum wr wb.
Hal 1. Identitas saya sebagai (mengaku)muslimah.
Saya seorang muslimah, yang kalau pergi belajar di kampus memakai jilbab. Saya merasa aman kalau menutup aurat, seolah ada hijab bagi para penggangu yang mau menggodai saya (hihi). Tapi tidak selamanya hari-hari saya beridentitaskan muslimah. Contohnya gini:
Suatu hari setelah berbulan bergelut dengan perancangan kualitas ruang untuk proyek kuliah, pernah saya pergi bermain dan berjalan-jalan bersama teman saya,dia pria. Saat itu saya mengenakan jilbab. Saya.. merasa.. malu. saya tidak menikmati refreshing menghabiskan sepenggal hari bersama teman yang bukan muhrim dan saya masih beridentitaskan muslimah.
Kemudian dikesempatan lain saat di jogja, saya pergi main bersama teman pria. Namun kali itu saya gak pake jilbab. Rasanya saya lebih percaya diri, mungkin karena saya tidak bawa-bawa identitas. Saya pun pernah pula jalan-jalan senang-senang sama teman perempuan saya, dan saya nggak pake jilbab lagi. Rasanya sama. Saya merasa percaya diri atas segala sesuatu yang saya lakukan, semua yang saya lakukan hanya diri saya yang tanggung jawab. Orang hanya menilai diri saya tanpa melibatkan kepercayaan yang saya anut. Maksudnya, ya orang liat saya Cuma sebagai mbak-mbak. Bukan muslimah.
Btw kenapa ya segala sesuatu yang tujuanya nafsu untuk memenuhu hasrat pribadi itu menyenangkan sekali. Dasar tipu daya setan.
Dari cerita saya, Kesimpulanya ada 2:
Satu. saya merasa aman kalo pake jilbab. Karena seolah-olah hati nurani memberikan peringatan kalo kita salah langkah ato salah sikap.
Dua. Ternyata saya masih labil, saya Cuma setengah muslimah,setengah setan. Buktinya saya masih ga bisa mengendalikan ego dan nafsu berfoya-foya padahal sudah tau kalo itu siasia dan dosa.
Tapi saya nggak mau membawa identitas saya sebagai muslim bila sedang khilaf. Saya sangat menghormati agana Alloh.
Maksudku, yah peduli amat kalau orang lain men judge saya sebagai inconsistent, gak berkepribadian. Daripada orang liat saya trus mikir, muslimah kok gitu?. Rasanya kok lebih sakit hati,kalo dikatain gitu.
Lalu, pertanyaanya ada 2:
Satu. Saya penasaran sama mbak-mbak jilbab yang pacaran di depan umum.boncengan, berdua-an, bergandengan. Apa mereka sudah jadi muhrimnya ya? Kalo belum muhrim, Tidakkah mereka merasakan hati nurani seperti yang saya rasakan? Sungguh saya penasaran.
Dua. Sebenernya seru dan menarik menjalani kehidupan seperti saya yng setengah-setengah. Kadang berdosa, kadang tentram. Saya ingin tahu, di jaman sekarang ada kah wanita muslimah yang utuh? Ada pasti lah ya..hhe. gemana ya perasaanya? Setiap hari ia menghindari yang mubadzir, mencari yang manfaat untuk orang lain. Pasti lelaaaaaah sekali dan bosan, kalau saya pikir.
Hal2. Bertaruh
Semester4 ini saya awali dengan santai tanpa perjuangan berdarah-darah seperti 2 semester lalu. Aneh. Gejala-gejala ipk turun lagi nih. Jadi saya bertaruh.
Kalau semerster ini ipk/ip nggak diatas 3.5 (syukur 2-2nya), saya nggak akan pulang ke jogja. Selama 3 bulan liburan ntar. kecuali ada hal yang sangat mendesak.
Siap soph? iman soph! Allohu akbar!