aku senang mendapat surat, terima kasih telah menyuratiku.
pemilihan diksi dalam mengungkapkan suatu pesan menjadi penting ketika kesalah pahaman menjadi permasalahan. dulu aku ngira yang namanya salah pahan selalu jadi masalah. tapi belakangan baru aku sadari, salah paham nggak selamanya menjadi masalah, saat kita sudah saling memaklumi. misal antara aku dan ibu-bapakku.
aku belum mengenalmu, aku belum memaklumimu. jadi aku masih mengkritisi setiap pemilihan kata yang kamu gunakan.
lalu, membahas tentang efek dari aku yang 'banyak ngomong/suka diskusi' mengenai 'diriku sendiri/pemikranku' menyebabkan orang-orang percaya dan mengenalku, adalah suatu pandangan baru yang kudapat darimu. aku teringat kata-kata temanku, Riza, saat aku bertanya padanya apakah dia percaya padaku:
' iya lah percaya, orang kamu kalo ngomong semuanya keluar'
kalau kamu berpendapat bahwa hal itu(dipercaya orang) adalah suatu keuntungan, bagiku malah menjadi ironis.karena saat aku bersama orang yang tidak aku percaya tapi dia percaya padaku, aku akan gelisah sedangkan dia akan nyaman. jadinya akan timpang.
idealis.
aku memang idealis, aku ingin semuanya sempurna, seimbang, selaras. sayangnya kehidupan adalah film yang realis. (mana ada film realis, haha).
mengeni kamu grogi. well, aku tahu banget yang namanya grogi. hal itu nampaknya muncul setiap kali lawan bicaraku mengungkapkan pemikiranya dengan percaya diri sedangkan aku tidak dalam kondisi siap berpikir cepat. aku merasa tidak bisa menyanggal lawan bicaraku, dan akhirnya aku diam.
aku selalu kesal tiap kali Riza bilang
" kamu mikirnya jangan lama-lama,kalo aku mikirnya cepet, sof"
tapi itu fakta yang harus kuhadapi, sar (dia jahat banget ya. haha). mungkin itu yang kamu rasakan. grogi karena lawan bicara bercerita dengan penuh percaya diri.
masukan buatku juga sih, agar aku bisa mendengar pendapatmu, maka caraku mengungkapkan harus memikirkan perasaanmu juga.
apa lagi ya.
hum..
oiya, memang kita harus menghilangkan ganjalan hati agar bisa melanjutkan hidup. aku memaklumi kalau ada ganjalan, sebaiknya ungkapkan. kalau jadinya aku yang malah ganti terganjal, nanti juga akan kuungkapkan. haha.
jangan khawatirkan apakah akan mengganggu/menyakitiku, kan di dunia ini ada yg namanya kompromi.
Dan masalah kedewasaan, aku tidak punya ilmu buat merespons. hha.
yasudah sekian dahulu.
sampai jumpa lain kesempatan.
Trimakasih banyak telah mengirimiku surat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar