
setelah membaca postinga adri, saya jadi ingin memberi pendapat dari sudut pandang saya..hehehe.kenapa bisa orang anggota tni/polri bertindak kurang santun padahal seharusnya meberi contoh untuk kita masyarakat sekitar?
knapa anggota legislatif seringkali tersandung masalah kkn padahal jelas haram hukumnya?
knapa sebagian dari kita kurang tergerak untuk kritis terhadap masalah bangsa?
bahkan dari masalah ketertiban yang sederhana pun, kita kurang tanggap (misal : buang sampah lewat jendela mobil, putar balik U turn di depan pintu gerbang timur sma3, dll)
kenapa?
(kenapa hayoo..)
kalau saya boleh saya berpendapat, hal ini dikarenakan sistim pendidikan Indonesia yang tidak tepat tujuan.
1. pendidikan seharusnya bertujuan untuk membentuk moral yang baik dan santun. namun, pelajaran agama kita aja cuma berapa persen, ppkn, juga cuma berapa coba. dan lagi, kita bisa sadari, pelajaran2 tersebut sanagat kurang efektif untuk membina moral kita. dan kurangnya nasionalis kita juga dikarenakan pendidikan yang sekenanya.
maksudnya gini,
sistim pendidikan kita(kata pembicara suatu seminar, namanya pak marzuki usman, mentri kehutanan) sangat terpengaruh pada sistim masa lalu. jaman dulu, yang meberi kita pendidikan adalah penjajah Belanda. dan mereka mendidik kita dengan tujuan membentuk tenaga kerja yang siap pakai. dan saya pikir, tujuan itu masih menjadi tombak sampai sekarang. kita belajar samapi saat ini untuk disiapkan menjadi tenaga kerja yang siap pakai. menjadi tukang, dengan harga ijasah. yang kita jadikan tujuan akhir adalah mendapatkan ijasah. makanya banyak jual beli ijasah. ngak penting banget kan. jadi, pendidikan agama harus diutamakan.
lalu, lalu,
2. orang2 yang sudah "berhasil" mendapat kedudukan yang layak, dan mengabdi pada pemerintah, pada masa akhir jabatanya mau pensiun, beliau2 jadi gundah karena khawatir setelah pensiun tidak dapat pekerjaan lagi. dan kkn pun menjadi "jalan keluar". hal ini dikarenakan pemikiran kita yang money oriented. karena kita dididik supaya pintar, untuk cari ijasah. ijasah untuk cari kerja. kerja buat dapat gaji. salah. sangat salah.
dalam pendidikan kita tidak diajarkan bagaimana caranya menghasilkan uang sendiri. kita harusnya diajari untuk independen.
nah, kalau begini, siapa yang disalahkan? siapa yang dijadikan kambing hitam? Belanda? Pemerintah?
saya pikir yang salah adalah guru sebagai tenaga pengajar. kualitas tenaga pengajar kita sangatlah memprihatinkan. apalagi, guru bagi saya bukan lah suatu profesi.hehehe. jahat. bisa dilihat kan, untuk menjadi guru cukup mudah. berbeda dengan pengacara, atau arsitek, atau perawat, atau dokter yang harus memiliki pendidikan skill. sebagai arsitek resmi, kita harus belajar 1 tahun untuk mendapatkan gelar IAI(ikatan arsitektur indonesia)*ikatan bukan ya..lupa e. baru bisa resmi sebagai arsitek. perawat juga harus magang 2 tahun untuk bisa menjadi profesional. kalo guru? bahkan lembaga untuk menyaring keprofesionalan guru tidak ada. baru akhir2 ini diadakan sertifikasi guru. telaaat!
yah, pesan saya buat bung adri, besok kalau jadi presiden, yang harus dipikirkan utama adalah pendidikan ya, jangan lupa. yang utama dan pertama adalah PENDIDIAN! hidup pendidikan!
8 komentar:
PENDIDIAN tu apa e cop?
Aku nggak setuju kalo yang disalahin guru! Emang sih, ada beberapa guru yang ngajarnya 'asal2an' (aku pernah ngrasain sendiri, soalnya). Tapi kalo menurutku, yang salah ya pribadi masing2 orang yang melanggar peraturan. Aku yakin, kok, kalo mereka sebenernya tau mana yang salah dan mana yang bener. Tapi mereka sendiri yang memilih jalan yang salah. Tapi aku setuju kalo banyak sistem yang harus diperbaiki (semacam guru tuh harusnya dikasih pelatihan intensif dan dievaluasi lalalala...).
PErtama-tama saya ucapkan trimakasih karna telah mengunjungi blog saya. Lalu, ada beberapa hal kecil yang ingin saya komentari,semoga anda berkenan,diantaranya:
1.)Hal apapun yg akan dilakukan oleh masing2 orang kedepannya, mnurut saya, itu munculnya dari diri sendiri, bukan faktor dari luar.cth: mau diadakan plajaran agama 1minggu full,kl orgnya ga ada niatan,sama aja kan?apa yg ada dlm plajaran itu,tidak akan meresap dlm hatinya.
2.)money oriented itu hal yg lumrah dlm menjalani khidupan.orang hidup gak mungkin gak butuh duit.cth:korupsi itu selain niatan dari dalam diri,bisa juga timbul dr eksternal faktor,contohnya gaji yg minim.itupun sudah diakui oleh beberapa petinggi negara(liat todays dialogue metro tv,seminggu lalu).Coba kita pikir,seorang jaksa,gaji 2 juta,anak ada 2 kuliah smua,istri nganggur,disuruh kerja 1 hari 8-10jam,mengenaskan kan?jadi ksimpulannya, uang memang faktor penting,selain drpd hati orang itu sendiri,karena uang/gaji akan mempengaruhi kinerja seseorg.Ingat,skg sudah bkn 70tahun lalu,orang rela berperang wlpn hanya makan nasi jagung.
trimakasih.
ediannn... mm, jujur cop. aku aja yang kuliahnya pendidikan engga mikir sampe segitu. hhe.
IAN, pendidikanyan, maksutnya atuh..
SIMBAH, yaya, maksud saya tu ya keprofesionalan guru itu si. setuju denganmu juga.
ADRI, yaya, kalau gitu pandangannya memang semua kembali pada diri kita. masalahnya, untuk membentuk pribadi yang bermoral juga lewat pendidikan. lalu,lalu, money oriented kita sekarang ini cenderung mengumpulkan harta. bukan untuk mencukupi kebutuhan. berlebih2 an, istilahnya..oiya, trims juga ya, udah mengunjungi blog saya :D
TYAS, aku yo gur tiba2 terlintas, gara2 mbaca postingane adri..huahahaha
tergelitik dek baca yang
"pendidikan agama harus diutamakan"
masalahya sekarang adalah..kita2 yang jika memang melewati pendidikan dengan "tidak mengutamakan pendidika agama"..mengapa tidak belajar dari sekarang biar gak ada praktik2 "curang"..ya minimal lah,tau tentang haramnya pacaran,tau tentang haramnya riba,,tau tentang arti sholat..
sebenernya kalo dibikin dalam bentuk pelajaran, agama dan PKN ditambah, yang bener aja?
pasti males,apalagi kalau ada ujiannya.
kalau aku bilang pendidikannya dalam bentuk suplemen aja
mereka diberi asupan lebih, diundangin kyai yang bagus dan deket sama pelajar, trus orang tua juga diberi arahan bagaimana mendidik anak dengan baik dan berbasis ketuhanan, dan ga money oriented only
kita ga bole hanya minta kesadaran orang, tapi harus ada langkah preventif
uang itu penting, tapi bukan segalanya. aku setuju ma cope kalo tingkat money oriented orang indonesia harus dikurangi, salah satunya dengan menghentikan acara yang mengumbar kekayaan semu seseorang
Posting Komentar