knapa judule menulis 2?
karena, dulu aku pernah posting dengan judul yang sama.
tapi bukan disengaja kalo ini part 2 looh..hanya saja kebetulan temanya sama.
oke.
aku barusan dicurhati gel2 di kafe snap deket melbox. ada oknum yang memberi pandangan miring pada seorang gel2.. intinya, orang itu membuat salah penafsiran terhadap pribadi gel2, karena dia hanya mengambil kesimpulan dari membaca postingan gel2 saja.
nah, sebelum saya melanjutkan, ada yang inget, kalo dulu isi postinganku tentang 'menulis itu menyenangkan dan kita bisa membaca karakter orang dari tulisan mereka'. kali ini aku ingin lebih melengkapi lagi.
menulis adalah mennggambarkan dengan kata2,apa yang kita dengar, kita olah, kita tahu dan mengerti. ada beberapa orang pandai menjelaskan pengetahuannya dengan kata2. sebagian yang lain, lebih bisa mengungkapkan pemikiran dan perasaan lewat lagu dan gambar bahkan perbuatan.
aku pikir sangat perlu untuk menceritakan apa yang kita pikir dan rasakan dan kita tuang kedalam sesuatu. karna itu adalah cara untuk membuktikan eksistensi kita. bukankah eksistensi adalah tujuan utama kita, dan alasan knapa kita bisa bertahan hidup? iya kan?
yang ingin saya tekan kan adalah benar bahwa dengan melihat artikel seseorang, kita bisa mengenal secuplik dari orang itu. menyenangkan bukan, jika kita mengetahui sepotong info tentang sesuatu? iya dong.. namun, jangan buru2 menjudge sesuatu secara parsial. karna itu tadi, keberagaman manusia dalam menyampaikan sesuatu..okai?
jadi menurut pandangan saya, kurang bijak kalau setelah kita memiliki sepetak pengetahuan, maupun segaris kesan, atas seseorang(atau suatu benda)kita langsung mengidetnifikasikan sesuatu. dan dengan sombongnya seakan telah mengatahui semua. seharusnya, ketika kita sudah tau secuil fakta, harusnya kita mulai penasaran atas fakta yang lebih lengkap...gitu... mengerti?
firs impression selalu menipu. percayalah.
gunakanlah asas pars pro toto(sebagian mewakili seluruh), bukan totem pro parte (seluruh mewakili sebagian) . okai?
*knapa aku begitu tertarik atas kasus gel2? karena jujur aja, selama ini aku ngerasa bahwa aku tu orang yang sangat sombong sampai nggak mau berusaha mengeksplor karakter orang lain. first impression tak pernah pudar.. totally not good! kita bukan dewa yang mengetahui segalanya. banyak yang belum kita lihat. mari berteman :D
14 komentar:
btw,,
kok intisari postingan ku agak beda ya ama judulnya..
ehe..
btw, maap gel, meyeret2 namamu ..
hagagagagagaga
pis lov en gawl, chuy!
He'eh!
Manusia itu makhluk yang rumit. Nggak cukup membaca satu buku tentang seseorang untuk mengetahui sifat seluruhnya. Apalagi kalau hanya dari cuplikan posting di blog aja.
bener banget copp
apalagi kalo cuma nganut kaya sifat kin2 ato hazbe yang ada di blogku
hu uh
oleh karena itu, untuk mengakrabkan masing2 satu sama lain..
ayo pandawa!
kamis po?
Kapan km post ni pey? Kok ak gak tau??
Setuju buangeettt!!
Aku sering merasa di-judge atas perbuatan sekilasku, dikatain 'kamu tu orangnya gini ya? Gitu ya?'
Dan biasanya langsung kutanggapi dengan atos,, 'sok tau!'
Yayaya,, kamu tdk akan mngerti saya hanya krn perbuatan sekilas saya,, masih banyak sisi dlm diri saya yg tdk kaw ktahui!!
Btw,,aku nulise pnuh emosi...
Hoargg
wah, kayaknya etta mengalami kasus yang sama?
hahahaha..
yoha. teman2ku lah yg benar2 tau aku. Mereka yg benar2 mengenaliku scara alami.
Begitulah harusnya pengenalan karakter.
bukan main todong, membuatku mikir
"he? you know nothing about me. kok bsa bilang gitu??"
Astaghfirullah.. Sepertinya aku tau siapa yang dimaksud copey dalam kasus Gel-gel...
Maaf
Maaf
Maaf..
Saya telah berlaku dzalim.. Bercanda berlebihan, kelewatan. Untung baca postingan ini..
Menulis ibarat menemukan kepingan kehidupan..!
Salam kenal ya...!
mmm... boleh juga...
sama aja jangan melihat orang dari tulisannya doank gitu gak sih??
menurutku bukan eskistensi yang terpenting...
sepengetahuanku, eskistensi memang penting..
tapi esensi jauh lebih penting..
hehehhe... :)
westeh..ozan
setuju jugak ama ozan..esensi tu yang terpenting..
knapa orang masih bertahan hidup di dunia ini? karena mereka sudah menemukan esensi kehidupan..weseh..
*tapi, konteks dalam postingan saya, orang masih bisa bertahan karna eksistensi mereka. kalo mereka nggak diakui, ya sama aja benda mati. batu. nggak guna..
jadi konteksnya, eksistensi kita dari sudut pandang orang lain..gitu.
nggak mudeng ya?hehehe. maap aneh2..haha
hahahaha...
mas fauzi..
biasa aja kali..
oiya, trims udah mendzolimi gel2, dan membuat saya terinspirasi pemikiran ini..hahahahaha.
It's a very nice blog. Salam kenal ya mbak.
Alangkah baiknya setiap punya kerjaan atau permasalahan, kita mengkategorikannya menjadi :
GAWAT dan DARURAT
TIDAK GAWAT tapi DARURAT
GAWAT tapi TIDAK DARURAT
TIDAK GAWAT dan TIDAK DARURAT
Jadi bisa bikin prioritas
ah.
itulah susahnya mengkategorikan masalah yang gawat darurat pun, pusing jugak gimana caranya mengklasifikasikan..ahahahaha..
saya juga pernah dapet materi begitu saat pembekalan sebelum kuliah.hahahahaha.
ternyata praktiknya susya..:P
Posting Komentar