Jumat, 23 Januari 2009

trowulan *foto menyusul ya



haihai..selama 10 hari yang lalu saya take a long day di trowulan. biasa.. acara arsitektur, namanya ekskursi. jadi, yang saya lakukan disana berbau-bau arsitektur.. sketsa, pemetaan, studi tata kota, dan skoring. nah, ada 3 poin hal yang saya dapatkan di ekskursi kmaren.
1. majapahit di trowulan vs. maccu pichu di pegunungan andes
majapahit berpusat pemerintahan di trowulan, jatim. kerajaan ini sangat luas pada jamannya hingga ke madagascar. majapahit berdiri pada abad ke13-15 masehi. saat ini, di trowulan ditemukan sekitar 9 situs candi yang diduga peninggalan majapahit. tempatnya terpecah menyebar di trowulan. kami duga kuat setiap candi berhubungan kuat antara satu dengan lainya. setelah tim pemetaan kami menyelidiki, ternyata benar bahwa kota majapahit memiliki tata kota yang menarik, dan berpusat di satu situs, yang sekarang bernama pendopo agung. dan situs2 candi lain terletak hampir tepat 2 km dari pusat bila ditarik garis lurus. beberapa situs yang menarik bagi saya adalah : kolam segaran, candi bajang ratu, dan candi wringin lawang.


oke, sedangkan maccu pichu adalah nama sebuah kota kuno yang ada pada abad ke 14-16 masehi di daerah brazil-argentina amerika selatan. yang menduduki maccu pichu adalah suku inca amerika yang berhasil menyelamatkan diri dari serbuan negara spanyol saat menginvasi benua tersebut. sudah sejak lama reruntuhan maccu pichu ditemukan di pegunungan andes, dan sempat dikategorikan sebagai keajaiban dunia serta termasuk dalam list tempat2 terkenal dunia. saat ini the lost city of maccu pichu dijadikan obyek wisata di negaranya.


dua kerajaan kuno tersebut diatas memiliki kesamaan zaman. keduanya mendobrak peradaban pada abad ke 13.
kalau saya boleh berimajinasi, seandainya pemerintah mau memperhatikan sektor pariwisata dan budaya sejarah, desa trowulan bakal menjadi aset negara yang sangat menjanjikan. seandainya pemukiman di desa trowulan dipindah, dan diadakan penggalian besar-besaran, pasti kita bisa memiliki maccu pichu indonesia kita sendiri. dan penduduk sekitar desa kan mendapatkan mata pencaharian baru yang lebih menjanjikan, yaitu pariwisata.
namun sayangnya, proyek sebesar itu bakal susah untuk mencari sponsor, mengingat dana yang dibutuhkan sangat besar.
2. skoring.
hal kedua yang merupakan ilmu baru bagi saya adalah melakukan skoring. ketika kita melihat sesuatu, merasakan, mengendus, mendengar,dan memikirkan sesuatu, kita pasti memiliki perasaan tertentu. dan yang kita rasakan bisa saja berbeda-beda. nah, jika perasaan itu kita intepretasikan terhadap suatu simbol, gamar, puisi, ataupun nada-nada, berarti kita telah melakukan skoring terhadap suatu itu. misalnya, saya membuat skoring candi wringin lawang.


yang saya rasakan adalah bahwa candi itu seperti gunung yang terbelah katena pernah meletus, saat ini gunung telah mati, dimana puncaknya tidah kelihatan dan membuat saya penasaran ingin memanjat naik. begitu. dan ada bendera di puncak itu adalah simbol dari hal yang membuat saya tertarik dari candi itu, yaitu puncaknya. trus, knapa dasarnya putih, dan makin keatas mekin gelap? karena saat itu, sata hanya bisa memagang dan memperhatikan bagian 1/4 candi bagian bawah saja..makin ke atas, makin misteri..jadi, saya pikir, candi wringin lawang adalah representasi gunung. namun berbeda dengan mitologi, bahwa candi wringin lawang dulunya adalah gerbag keraton. hm.
hal itulah yang saya dan teman2 arsitek lain lakukan ketika mengunjungi situs2 candi majapahit. dan wow nya, skoring dan sketsa2 lainnya pada ekskursi kali itu akan dipamerkan besok, 2 bulan mendatang.
yang ingin saya sampaikan adalah, banyak informasi yang keluar masuk otak kita. ada yang baik dan buruk, benar dan salah, bikin untung dan rugi. nah, janganlah kita segera mempercayai informasi itu. penting bagi kita untuk mengolah sesuatu memanfaatkan potensi indrawi kita. sehingga kita bisa lebih peka terhadap kejanggalan2 yang mungkin terhalang oleh pengetahuan semu. intinya, janganlah membatasi imajinasi kita, dan jangan mudah percaya informasi. gitu.
jadi, bisa aja candi wringin lawang emang bener representasi gunung, dimana gunung notabene adalah sesuatu yang dipuja oleh masyarakat kuno.mungkin saja candi tsb adalah tempat pemujaan. bukan gerbang menuju keraton. karena, menurut pengetahuan kami tidak ditemukan puing2 bangunan di sekitar candi tersebut. apalagi bongkahan bekas bangunan besar macam keraton.
3. arsitektur=kebudayaan dan peradaban


ingatkah tman2 akan pompeii? reruntuhan kota kuno yang ditemukan di italia yang diduga pernah berdiri pada tahun 600 sebelum masehi? bentuk2 puing pompeii dan maccu pichu cukup mirip. namun, kedua perkamungan itu berdiri pada tahun yang berbeda jauh rentangnya. ingatkah kalian pada parthenon? puing2 akropolis di yunani yang diduga berdiri pada tahun 400 sebelum masehi? wow, sungguh kuno kan? padahal pada tahun segitu di indonesia baru ditemukan kebudayaan kapak perimbas, kapak persegi,dll. bahkan belum menetap!
lalu, apa kesimpulannya?
bisa dilihat dari kemajuan arsitekturalnya, suatu bangsa dapat dikategorikan beradap bila memiliki bangunan dengan arsitektural yang jelas utilitasnya dan filosofi estetikanya..ya gak?

oleh karena itu, marilah dalam membuat suatu rancangan kita menerapkan konsep yang sesuai dengan geomorfologi kita. tidak perlu lah, kita mengkopi manca negara, bukankah kita memiliki kebudayaan sendiri?

6 komentar:

rizkabukansimsimapalagisimbah mengatakan...

Eh, rada2 nyenggol arkeologi juga, ya, ternyata?

Btw yang tentang "mengolah sesuatu memanfaatkan potensi indrawi kita. sehingga kita bisa lebih peka terhadap kejanggalan2 yang mungkin terhalang oleh pengetahuan semu" itu aku setuju banget! Tapi melaksanakannya susah, ya? Butuh banyak latihan kayknya. Pemikiran orang kalo udah gede kan udah terpola...

ria krisna mengatakan...

Pey.. di tulisanmu banyak kata2 ingat ga puing pompeii? ingat ga parthenon?

wahahaha. opo kuii.. mank pak padmana pernah ngomong ya. aku ga inget tuh.. hehe.

Foto ma gambarmu di uplod pey.. pengen liaattt

meauwlycious mengatakan...

cop aku mangap mbacanya.
setuju ma gelgel.
tapi aku merasa kamu sungguh hebat, baru 1 semester tapi untuisimu cukup kuat.
ga siasia sampe ngerantau.hehhee.
bener, arsitektur salah satu citra peradaban.
semoga besok kamu bisa mengembangkan apa yang kamu dapet ga cuma buat sesuatu yang komersil, tapi wujudkan imajinasimu!
hhe
smangat!

Journal Kinchan mengatakan...

wah mbaca postingmu ini sungguh menambah wawasan, dan bener kata mia, sampe mangap-mangap.
lalu aku melirik pada blogku yang isinya akhir2 ini nyampah. hahahaha.

segera diuplot foto2nya donggg

Loretta Ollich mengatakan...

cope kereennn!

aku juga jadi pengen tau,,
apa itu parthenon??

akropolis?
akro artinya apa yaaa

sebagai anak yang bernama yunani (ho'o po?)aku cuma tau arecipolis, artinya istana yang tinggi.
ho'o po?
pokoke areci tu artinya tinggi. tapi "i" nya pake coret ke kanan. gak bisa nulisnya.

aku juga mau skoriiinngg....
sepertinya keren...

copey lagi mengatakan...

SIMBA> iya sim, kepekaan indrawi kita mulai tumpul. dan imajinasi kita menjadi sangat terbatas semakin dewasa. (dewasa?). padahal, kata orang, zaman pasca teknologi informasi berkuasa, dunia akan diambil alih oleh orang2 berdaya kreativitas tinggi. saat ini kan jamannya it. setelah ini orang2 berimajinasi tak terbatas akan mengambil kendali dunia. katanya..hhe
GEL>iyo gel,,aku gemes bgd g brhasil aplod..kabotan image koyone..grau..
btw, aku dapet ilmu2 itu pas smp deng gel. pak padmana orrak..hhe.
MIA>amin, mi. besok nek kmu dah jadi penerusnya ibu sri mulyani, aku nyaingi mansion of kemang apartemennya mbah bob sadino..gehehehehehe
KIN>weh, yang penting tu kip posting dan produktif kali kin..ahahaha. ayo! budayakan menulis dan membaca (dan mengomen :p)
ETAK>betul. akro= t4 yang tinggi, polis= negara kota.
skoring aja kali tak..seringnya, hasil skor kita tu berbeda dgn kenyataan lo. malah tambah banyak, info yang kita dapet dari skor.