besok ada kumpul studio perancangan 3. padahal kita2 baru dijadualkan masuk sekolahnya tanggal 30 agustus.
mulai nggak santai.
harapan di semester ini, semoga tetap bahagia dan mendapat ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan.
Rabu, 25 Agustus 2010
Rabu, 21 Juli 2010
klinik > olah raga
part1
Pergi ke klinik dekat kampus,karena mriang.
dokternya tanya,"apa keluhanya,dek?"
ak jawab seadanya."bla..bli..blu..bla..ble"
lalu resepun ditulis.
tulis tanpa basa-basi.
mual? kasi obat anti mual
pusing? kasi obat sakit kepala
mencret? kasi obat ngempet
demam? kasi obat penurun panas.
dibayar di depan,tambahnya.
hmmmm
apa cuma aku yang merasa tertipu?
jadi apa bedanya menulis resep dengan mengisi tts lawan kata?
mriang apa sih?ak cuma sedang tdk hepi ato banyak pikiran(mungkin).
jiwa dan raga saling berhubungan.
ada ilmu yang mempelajari jiwa.
ada ilmu yang mempelajari raga. psikiater ato psikolog dan dokter harusnya bekerjasama. atau satu klinik 2 gelar.
atau adakah ilmu yang mempelajari tentang hubungan nya saja? antara jiwa dan raga.
part2
Olah raga itu repot,tapi penting.olah raga itu menggerakan otot,lalu melancarkan peredaran darah,oksigen,keringat.
olah raga sebagai salah satu dari 3 kunci kesehatan (olah raga,nutrisi,tidur/istirahat pikiran).
tapi orang jaman dulu (sebelum revolusi industri) tetap sehat tanpa olah raga. soalnya hal2 harus dikerjakan dengan tangan dan kaki sendiri. bukan roda,sayap,mesin buatan orang lain.
kalo motor itu haram,mungkin gak ada orang yang olah raga untuk kesehatan.soalnya semoa orang udah sehat tanpa harus olah raga.kan tiap hari jalan kaki..
hahaha
Minggu, 11 Juli 2010
renang

tadi saya berenang di citos.
kolam renang itu beda dengan laut, beda sama sungai. karena kolam itu buatan manusia, jadi tiada getaran di dada saat mengepak-ngepakan tangan-kaki. tiada yang indah, tiada yang alami ataupun hidup, kecuali air biru kaporitan.(saya duga)
kali terahir saya berenang di kolam renang, ternyata sudah sangat lama. sebab ternyata saya baru teringat kebahagiaan renang di air biru kaporitan itu tadi.
astaga.
(apa sih artinya astaga. akar katanya dari mana ya?)
astaga.
kali tadi itu saya hanya memikirkan renang.
menjejak dinding ubin tepian kolam, sepanjang mata memandang aku hanya melihat ubin putih-putih,air biru buatan.buik-buih gelembung spererti co2 dalam koka kola menutupi pandangan,sekejap saja.astaga.
mendangakkan kepala setinggi mungkin, mengambil udara banyak-banyak, lalu, masukkan lagi seluruh kepala melihat ubin lagi. mata perih kaporitan.
aku mencoba menahan nafas selama mungkin, seirit mungkin,.
bolak balik setiap 1 kali putaran melihat jam besar putih dekat tempat bilas. jam-oh jam. kenapa ya jam disetiap kolam renang begronya putih jarumnya hitam?jelek banget deh. boring banget. kolam renang banget.
astaga.
setiap ketepian denagn list ubin warna biru tua, saya ngos-ngosan. bukan pegal,bukan suduken. tapi nggak kuat napasnya, kayak keliling mandala 3 kali. air kejam kaporitan. ingus terus keluar. pipis juga malah jadi anyang anyang.
ya ampun aku gatau ini hepi atau trauma.
yang jelas aku punya rasa, yang kelihatanya aku kenali.
pulang-pulang aku bau baiklin. kaporit baunya kayak baiklin.
man in mind

my heart is beating even I don't do touching or talking
my mind is in the air even my bottom is in chair
my lips is like a lime even i just face a rhyme
am I go insane or ill?
Old shatterhand
saya tak tahu kumisnya berbentuk sikat atau helaian ijuk
rambutnya berwarna jerami atau batu bata
saya tak yakin baunya seperti bison atau kulit karet
mungkin dia sudah beristri, hanya dia tidak pernah membicarakanya
mustang, laras ganda, amerika latin, padang arofah, Tuhan, dia hanya membicarakan keunggulanya, dia anggap itu jawaban keheningan. petualanganya adalah kebijakanya.
entah itu bualan atau candaan, aku tak tahu.
apakah dia memang pengelana andes atau rocky
apakah namanya memang Old Shatterhand
apakah dia ada?
mungkinkah dia adalah pria di masa depan?
apa masa depan itu ada?
apakah aku sudah gila, atau jatuh cinta.
(penjelasan lebih lanjut bacalah winnetou II, kara ben nemsi, karangan Karl May)
Sabtu, 10 Juli 2010
air mata
perpisahan.
setiap insan manusia lahir di bumi secara individual. dengan detak jantung sendiri, otak sendiri, dan nurani sendiri. lalu setelah lahir dan tumbuh besar, kita merantau berkelana di bumi. berkenalan dengan yang namanya orang tua, saudara, eyang, embah, juga bibi dan yu, juga tetangga,teman sekolah, guru dan sebagainya.
tidak ada yang mengharuskan kita menetap selalu ditempat dimana kita dilahirkan. memangnya kita di bumi mau apa sih? apapun jawabanya, itu tergantung otak, nurani dan juwa masing2 insan. sehingga semuanya bebas berkenalan dengan siapa saja, sayang dan mencintai siapa saja. setan pun bebas2 saja kita cintai. itu pilihan kita.
karena itu, dosa,dosa sendiri, pahala,ya sendiri2.
yang jelas, tidak ada itu yang namanya sehidup semati dengan siapapun meskipun kita sangat mencintainya. lahir sendiri sendiri, bertemu karena jodoh rahmatulloh,dan berpisah. entah berpisah lokasi, atau dunia. alam kubur dan dunia, dan akhirnya kembali sendiri sendiri.
saat manusia yang sangat kita pedulikan kebahagiaanya, kesehatanya, keberadaanya, pencapaianya, suatu ketika berisah dengan kita untuk selamanya, lalu seutuhnya ia hanya bersama Tuhan, tiada didampingi seorang teman pun, sedih akan melanda bagai badai tornado yang datang menghantam tanpa prediksi BMG.
sedih untuk apa? untuk dia yang saat ini sendirian? sedih untuk kita karena tak bisa berjumpa lagi? sedih karena kita masing2 takkan pernah bisa mengulang saat yang mengembangkan hati? kenapa harus sedih?
coba rasakan
saat insan meninggalkan dunia, melepas beban penderitaan yang diada-adakan oleh otak, saat tiada lagi cobaan yang menggoda iman, saat tiada lagi bisikan sesat (oleh setan maupun manusia yang menyerupainya)yang membengok-bengkokan jalan kita, saat menguapnya perasaan was-was datangnya hari penghancuran dunia yang memang sudah sangat pantas untuk segera di- hancur lebur -kan. mungkin ini lah saat paling membahagiakan bagi seorang insan. buat apa kita sedih untuk insan yang mungkin sedang berbahagia?
lalu
saat kita berjodoh dengan beberapa manusia, memupuk perasaan cinta yang mendalam, mengukir kenangan yang menjadikanya pelajaran seumur hidup, itu merupakan berkah yang patut disyukuri. saat kita dipisahkan, sedihlah kita? buat apa? bukankah setiap insan memang lahir sendiri-sendiri dan kembali sendiri-sendiri? tanggung jawab diri ini hanya seorang diri yang menanggungnya.
suatu anugrah yang Tuhan berikan, hendaklah kita syukuri, lalu, kalo anugrah itu diambil kembali, sopankah kita bersedih? sopankah kita menuntut kembali permata yang bukan milik kita,setelah diperlihatkan pada kita? siapa kita? sombong nian.. bersabarlah, wahai manusia hina. kita bukan apa-apa.
pahamilah bahwa tiada perlu kita terlalu mencintau sesuatu. tiada bijak pula jika kita terlalu membenci sesuatu. bersikaplah wajar secara sadar.
innanillahi wa inna ilaihi roji'un
Tuhanku, yang menentukan detik terahir usia bumi ini, telah mengambil kembali Yu' Ni di keluarga ku.
Tuhanku, yang maha suci. lebih suci dari embun dipagi hari dan jauh lebih suci tari es yang baru saja turun dari awan, telah mengingatkan saya tentang kesucian hati.
Yu' Ni, sedari ibuk muda sudah mendampingi keluarga ku. sampai aku masuk kuliah awal-awal masih kadang bolak-balik ke Jogja.
Yu'Ni memberikan segalanya untuk keluargaku. jiwa raga. segalanya.
aku nggak ngasih apa-apa buat Yu'Ni. memang, aku patut ditampar. aku anak durhaka. seharusnya aku yang mati saja. gunaku apa di dunia ini? tak ada.
tak ada.
tuhanku, betapa sombongnya hatiku yang merasa paling membutuhkan Yu'Ni, padahal Engkau lah pemilik segala sesuatu di bumi ini. termasuk yu'Ni, termasuk sofi, termasuk ciko (kucingku), termasuk supra x, termasuk merapi.
astagfirulloh, buat apa aku meratap.
Alloh telah memberikan waktu sebagai anugrah. aku masih punya waktu entah sesedikit apa, untuk terus hidup. terus berusaha sekuat tenaga untuk berguna. terus berpikir sampai keringat menetes untuk berbuat yang benar, dan baik.
Tuhanku, maha suci, yang paling suci,
sucikan hati ini Ya Alloh, supaya selalu ingat untuk mendo'akan Yu'Ni, Mbah Kakung, Mbah de Kakung, Mbah Kakung Purwokerto. gunaku buat mereka hanya menjadi anak sholeh yang mendoakan orang tua.
sucikan hati ini, Tuhanku, untuk melanjutkan hidup yang memusingkan ini.
yakinkan hati ini agar kuat saat menerima kenyataan bahwa rizki takkan datang sebelum saat yang tepat. demikian pula dengan jodoh dan kematian. ingatkan padaku dan keluargaku selalu agar IMAN hanya pada 1 Tuhan yang maha esa.
innanillahi wa inna ilaihi roji'un.
ingatkan hamba yang hina ini.
setiap insan manusia lahir di bumi secara individual. dengan detak jantung sendiri, otak sendiri, dan nurani sendiri. lalu setelah lahir dan tumbuh besar, kita merantau berkelana di bumi. berkenalan dengan yang namanya orang tua, saudara, eyang, embah, juga bibi dan yu, juga tetangga,teman sekolah, guru dan sebagainya.
tidak ada yang mengharuskan kita menetap selalu ditempat dimana kita dilahirkan. memangnya kita di bumi mau apa sih? apapun jawabanya, itu tergantung otak, nurani dan juwa masing2 insan. sehingga semuanya bebas berkenalan dengan siapa saja, sayang dan mencintai siapa saja. setan pun bebas2 saja kita cintai. itu pilihan kita.
karena itu, dosa,dosa sendiri, pahala,ya sendiri2.
yang jelas, tidak ada itu yang namanya sehidup semati dengan siapapun meskipun kita sangat mencintainya. lahir sendiri sendiri, bertemu karena jodoh rahmatulloh,dan berpisah. entah berpisah lokasi, atau dunia. alam kubur dan dunia, dan akhirnya kembali sendiri sendiri.
saat manusia yang sangat kita pedulikan kebahagiaanya, kesehatanya, keberadaanya, pencapaianya, suatu ketika berisah dengan kita untuk selamanya, lalu seutuhnya ia hanya bersama Tuhan, tiada didampingi seorang teman pun, sedih akan melanda bagai badai tornado yang datang menghantam tanpa prediksi BMG.
sedih untuk apa? untuk dia yang saat ini sendirian? sedih untuk kita karena tak bisa berjumpa lagi? sedih karena kita masing2 takkan pernah bisa mengulang saat yang mengembangkan hati? kenapa harus sedih?
coba rasakan
saat insan meninggalkan dunia, melepas beban penderitaan yang diada-adakan oleh otak, saat tiada lagi cobaan yang menggoda iman, saat tiada lagi bisikan sesat (oleh setan maupun manusia yang menyerupainya)yang membengok-bengkokan jalan kita, saat menguapnya perasaan was-was datangnya hari penghancuran dunia yang memang sudah sangat pantas untuk segera di- hancur lebur -kan. mungkin ini lah saat paling membahagiakan bagi seorang insan. buat apa kita sedih untuk insan yang mungkin sedang berbahagia?
lalu
saat kita berjodoh dengan beberapa manusia, memupuk perasaan cinta yang mendalam, mengukir kenangan yang menjadikanya pelajaran seumur hidup, itu merupakan berkah yang patut disyukuri. saat kita dipisahkan, sedihlah kita? buat apa? bukankah setiap insan memang lahir sendiri-sendiri dan kembali sendiri-sendiri? tanggung jawab diri ini hanya seorang diri yang menanggungnya.
suatu anugrah yang Tuhan berikan, hendaklah kita syukuri, lalu, kalo anugrah itu diambil kembali, sopankah kita bersedih? sopankah kita menuntut kembali permata yang bukan milik kita,setelah diperlihatkan pada kita? siapa kita? sombong nian.. bersabarlah, wahai manusia hina. kita bukan apa-apa.
pahamilah bahwa tiada perlu kita terlalu mencintau sesuatu. tiada bijak pula jika kita terlalu membenci sesuatu. bersikaplah wajar secara sadar.
innanillahi wa inna ilaihi roji'un
Tuhanku, yang menentukan detik terahir usia bumi ini, telah mengambil kembali Yu' Ni di keluarga ku.
Tuhanku, yang maha suci. lebih suci dari embun dipagi hari dan jauh lebih suci tari es yang baru saja turun dari awan, telah mengingatkan saya tentang kesucian hati.
Yu' Ni, sedari ibuk muda sudah mendampingi keluarga ku. sampai aku masuk kuliah awal-awal masih kadang bolak-balik ke Jogja.
Yu'Ni memberikan segalanya untuk keluargaku. jiwa raga. segalanya.
aku nggak ngasih apa-apa buat Yu'Ni. memang, aku patut ditampar. aku anak durhaka. seharusnya aku yang mati saja. gunaku apa di dunia ini? tak ada.
tak ada.
tuhanku, betapa sombongnya hatiku yang merasa paling membutuhkan Yu'Ni, padahal Engkau lah pemilik segala sesuatu di bumi ini. termasuk yu'Ni, termasuk sofi, termasuk ciko (kucingku), termasuk supra x, termasuk merapi.
astagfirulloh, buat apa aku meratap.
Alloh telah memberikan waktu sebagai anugrah. aku masih punya waktu entah sesedikit apa, untuk terus hidup. terus berusaha sekuat tenaga untuk berguna. terus berpikir sampai keringat menetes untuk berbuat yang benar, dan baik.
Tuhanku, maha suci, yang paling suci,
sucikan hati ini Ya Alloh, supaya selalu ingat untuk mendo'akan Yu'Ni, Mbah Kakung, Mbah de Kakung, Mbah Kakung Purwokerto. gunaku buat mereka hanya menjadi anak sholeh yang mendoakan orang tua.
sucikan hati ini, Tuhanku, untuk melanjutkan hidup yang memusingkan ini.
yakinkan hati ini agar kuat saat menerima kenyataan bahwa rizki takkan datang sebelum saat yang tepat. demikian pula dengan jodoh dan kematian. ingatkan padaku dan keluargaku selalu agar IMAN hanya pada 1 Tuhan yang maha esa.
innanillahi wa inna ilaihi roji'un.
ingatkan hamba yang hina ini.
Rabu, 30 Juni 2010
imajinasi semata
seandainya di dunia ini tidak ada uang.
pada jaman dahulu, sebelum ada uang ada sistem tukar yang namanya barter. mungkin bu umi guru ips sd sapen pernah ngasih tau, cuma aku nggak ingat. seingatku aku tahu sistem ini karena baca buku ensiklopedia wwp anak-anak.
nelayan menukar ikanya dengan sayuran. begitu kta si buku.
bareter digunakan untuk memenuhi kebutuhan. nelayan yang tinggal dipesisir pastilah tak bisa menanam bayam, demikian petani yang hidup di ladang tak bisa memancing cucut. jadilah mereka saling bertukar.
kenapa jadi ada uang?mungkin ada beberapa cerita,
Suatu hari nelayan ingin makan sayur,namun kali itu ia tak berhasil tangkap ikan untuk dibarter,cuaca mendung,katanya. jadilah nelayan naik ke desa untuk mencari sayur sesampainya didesa,ia meminta sayur pada petani. namun si petani tak mau memberi, karena tak ada ikan untuknya. karena demikian, maka si petani memberi 3 butir batu, sebagai tanda ia telah meminta sayur. suatu hari nanti, nelayan berjanji, saat telah berhasil menangkap ikan, 3 buah batu tersebut dapatdigunakan sebagai tanda untuk mengambil ikan miliknya.
dan jadilah benda tertentu digunakan sebagai nilai tukar sampai saat ini. dinamakan uang.
atau,
suatu hari nelayan ingin makan sayur. maka ia membawa hasil laut yang paling baik, yakni ikan trout ke desa. ia berharap segera mendapat pepaya yang segar karena akhir-akhir ini ia tak lancar ke wc. ia juga berharap bisa meminta selada segar untuk dimasak istrinya dengan teri nanti dirumah.
sampai ke desa, ia langsung menemui petani.dan diutarakan maksudnya yang ingin barter. tapi sungguh sial. petani baru hanya memanen kecambah dan daun singkong saja.
tapi apa boleh buat, ia dan keluarganya dipesisir ingin makan sayur supaya baik pencernaanya.
nelayan berpikir, ikan trout tidak sebanding dengan kecambah. akhirnya ia memutuskan untuk membuat kesepakatan.
1 ikan trout disamakan dengan 5 buah kerikil.
semangkuk kecambah disamakan dengan 1 buah kerikil
karena itulah mereka menggunakan alat tukar supaya penukaran bisa lebih adil.
dengan kesepakatan itu, petani meyerahkan kecambah,dan 4 butir batu yang suatu hari nanti bisa ditukar dengan sayuran yang lebih baik.
dan sampai sekarang uang tetap menjadi alat tukar.
dan bertambah fungsi sebagai alat pengukur kekayaan. sedangkan kekayaan sebagai alat ukur status sosial.
apasih.
aku juga nggak tau.
maksudku begini,
barter yang tadinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan kemudian atas dasar landasan "KEADILAN" maka tercipta uang sebagai alat tukar.
tapi apa benar itu keadilan?
nelayan merasa ikan yang ia tangkap lebih susah daripada nandur kecambah, maka ia menuntut 'keadilan' itu.
tapi tunggu. ikan yang ia tangkap itu dari lautan milik Tuhan. cambah yang ditandur juga dari air segar pemberian Tuhan. jadi kan sebenarnya kita tak punya apa2. meminjam semata.
kalau petani perhati baik dan berpikir jernih. maka niatnya akan baik membantu sesama, sehingga ia akan membantu nelayan cuma-cuma.
tapi makin berkembang peradaban, muncul pasar sebagai tempat pertukaran, yang hanya menggunakan benda tertentu sebagai alat --> uang
aku kurang mengerti kenapa bisa terjadi begini apakah dilandaskan keadilan?
tapi Tuhan pun memerintahkan kita pergi ke pasar. mengajarkan kita jual beli pula. berarti memang kebutuhan manusialah berlaku adil. sebab aku pun tahu tidak semua manusia dibumi ini bisa mengendalikan hawa nafsunya. dan tidak semua berbuat baik.
keadilan dibutuhkan saat yang jahat menindas yang baik.
saat uang dengan sengaja dikumpulkan dan ditimbun. jadi untuk apa? untuk membeli yang ada diluar kebutukan kita. saat itulah uang menjadi bencana.
entahlah, tapi aku tau bahwa jaman sekarang SEMUA ORANG membeli apa yang sebenarnya TIDAK MEREKA BUTUHKAN. sejujurnya aku kurang mengerti kenapa kita semua melakukan ini.
misalnya.
saat ibu yang wanita karir setiap hari kekantor dan ga bisa mengurus rumah maka menggaji pembantu.
saat anak-anaknya tumbuh besar dan cukup bisa melakukan pekerjaan rumah, namun karena sang ibu punya cukup uang untuk tetap menggaji pembantu maka anak-anak pun tak punya skill mengurus rumah.
tidak bisa memasak untuk makan
mencuci baju untuk dikenakan lagi
merapikan rumah untuk ditinggali dengan nyaman.
padahal itu tadi 3 kebutuhan dasar manusia. tapi si anak tak bisa melakukanya sendiri. dan hancurlah si anak saat pembantu sudah tak bisa membantu lagi karena berumur. dan untuk mencari ganti yang baru itu sulit. sulit menemukan orang yang bisa dipercaya.
si anak harus beli makan, dan me laundry.
si anak yang telah tumbuh dewasa, tak bisa mencuci baju, maka mesin cuci menjadi kebutuhanya. padahal ia PUNYA TANGAN, ada air untuk membilas, ada cahaya matahari supaya kering segala pakaian. ada angin pula.
tak hanya mesin cuci, tapi kulkas, mobil,dll.
tak akan ada habisnya kalau bicara teknologi yang kabarnya lebig praktis. instan. cepat saji. semua benda-benda buatan manusia yang kalau kurasakan tidak terlalu penting.
aneh aku mengatakan ini karena aku mahasiswi teknik.
tapi memang dasar iklan tak ada kapoknya meracuni. membantu pasar untuk mempengaruhi manusia.
aku ini bicara apa. aku sendiri tak mengerti.
makin banyak hal-hal yang tidak perlu namun dihadirkan oleh manusia.semakin penuh bumi ini dengan benda-benda rakitan manusia. mau kemana perkembanganya. siapa yang sebenarnya memimpin? aku tidak tahu. tidak kenal. yang jelas aku tidak suka.
semakin susah aku melihat pemandangan alam yang Tuhan hadirkan kepada kita. semakin aku jadi lupa pada Tuhanku. padahal segala sesuatu yang alami ciptaan tuhan lah yang memebuat kita mengimani adanya Tuhan. seangkan kalau kita setiap hari memandang tembok, dan segala-galanya yang dirakit dimanipulasi manusia, kita jadi hanya ingat manusia saja.
tak tahulah.
aku merasa aku sepertinya pernah hidup di jamandahulu. jaman suku apache hidup damai di amerika selatan. atau mungkin sesungguhnya aku adalah bagian dari mereka?
aku juga kurang mengerti. yang jelas, aku sedih karena didunia ini ada uang.
Kamis, 10 Juni 2010
asal posting
aku sedang bingung.
beberapa hari yang lalu, aku minta bimbingan teman baru, sodaranya gelgel. namanya masican. aku minta diajari menggambar. lucu mungkin ya, nggambar aja diajari. tapi aku butuh, karena aku lupa bagaimana caranya.
aku bingng.
semua orang tau kalau nggambar itu menceritakan lewat simbol. sama seperti sastrawan menceritakan lewat simbol kata2, penari lewat simbol gerakan berirama, musisi lewat nadanada.
ya memanfg sesimpel itu sebenernya.
tapi aku bingnung.
saat aku ingin bercerita lewat simbol, aku serasa hampa. semakin dipikir semakin kusut. teman baru saya yang lain, mas regol bilang : kamu terlalu banyak berpikir, cop.
ouh. oke. so how do i do draw without thinking?
aku sedang bingung teman, sampai sekarang.
selama ini yang kuahu, menggambar itu menorehkan simbol-simbol, dengan kedua tngan kita, dipikirkan pake otak, dan dikaitkan dengan hati, dengan rasa.
rasa.
itu yang aku merasa nggak ada dalam proses ini.
aku nggaka tahu bagaimana rasa ini bisa kutemukan kembali. kemana hati ini berlari berloncatan. au nggak tau kemana. aku ngin berdialog dengan diriku.
hey sofia, apa yang kamu rasakan?
seandainya aku bisa bercakap dengan nurani, aku pikir proses gambar-menggambar ini akan mudah. karena aku bisa memastikan aku mau menggambar apa, setelah aku tau apa yang kurrasakan.
Ya Tuhan ku, dimana hatiku berada?
apakah setan sudah merebutnya dan meleburkanya dengan serpihan abu kesenangan batin.
bagaimana menciptakanya kembali?
oke, aku tidak meyalahkan setan, memang pertahananku akan nurani kurang kuat dan mudah dijebol.yasudahlah, memang sudah terjadi aku kehilangan cahaya.
umm.
kapan ia bisa muncul lagi, ya Alloh?
segeralah beri hamba petunjuk. hamba merindukanya sangat.
oiya, tulisan ini tidak kupikirkan alurnya, hanya menceritakan saja apa yang sedang kurasakan.
aku sedang menanti hasil ujian semster ini. semoga kali ini aku tidak mengecewakan orang tua.
oh sofia, maafkan aku yang tidak menjalankan semester ini dengan cahaya kalbu, maaf. maaf aku lemah sekali.
sofia, sampaikan pada Tuhan supaya kuatkan aku, hanya Dia yang bisa menguatkan dan mengembalikan hati.
sekali lagi, aku berkata tanpa berpikir. hanya ego, nafsu, dan serpihan hati yang bicara. jadi kalau ada salah kata, mohon dibetulkan, dan mohon maaf.
beberapa hari yang lalu, aku minta bimbingan teman baru, sodaranya gelgel. namanya masican. aku minta diajari menggambar. lucu mungkin ya, nggambar aja diajari. tapi aku butuh, karena aku lupa bagaimana caranya.
aku bingng.
semua orang tau kalau nggambar itu menceritakan lewat simbol. sama seperti sastrawan menceritakan lewat simbol kata2, penari lewat simbol gerakan berirama, musisi lewat nadanada.
ya memanfg sesimpel itu sebenernya.
tapi aku bingnung.
saat aku ingin bercerita lewat simbol, aku serasa hampa. semakin dipikir semakin kusut. teman baru saya yang lain, mas regol bilang : kamu terlalu banyak berpikir, cop.
ouh. oke. so how do i do draw without thinking?
aku sedang bingung teman, sampai sekarang.
selama ini yang kuahu, menggambar itu menorehkan simbol-simbol, dengan kedua tngan kita, dipikirkan pake otak, dan dikaitkan dengan hati, dengan rasa.
rasa.
itu yang aku merasa nggak ada dalam proses ini.
aku nggaka tahu bagaimana rasa ini bisa kutemukan kembali. kemana hati ini berlari berloncatan. au nggak tau kemana. aku ngin berdialog dengan diriku.
hey sofia, apa yang kamu rasakan?
seandainya aku bisa bercakap dengan nurani, aku pikir proses gambar-menggambar ini akan mudah. karena aku bisa memastikan aku mau menggambar apa, setelah aku tau apa yang kurrasakan.
Ya Tuhan ku, dimana hatiku berada?
apakah setan sudah merebutnya dan meleburkanya dengan serpihan abu kesenangan batin.
bagaimana menciptakanya kembali?
oke, aku tidak meyalahkan setan, memang pertahananku akan nurani kurang kuat dan mudah dijebol.yasudahlah, memang sudah terjadi aku kehilangan cahaya.
umm.
kapan ia bisa muncul lagi, ya Alloh?
segeralah beri hamba petunjuk. hamba merindukanya sangat.
oiya, tulisan ini tidak kupikirkan alurnya, hanya menceritakan saja apa yang sedang kurasakan.
aku sedang menanti hasil ujian semster ini. semoga kali ini aku tidak mengecewakan orang tua.
oh sofia, maafkan aku yang tidak menjalankan semester ini dengan cahaya kalbu, maaf. maaf aku lemah sekali.
sofia, sampaikan pada Tuhan supaya kuatkan aku, hanya Dia yang bisa menguatkan dan mengembalikan hati.
sekali lagi, aku berkata tanpa berpikir. hanya ego, nafsu, dan serpihan hati yang bicara. jadi kalau ada salah kata, mohon dibetulkan, dan mohon maaf.
Langganan:
Postingan (Atom)