perpisahan.
setiap insan manusia lahir di bumi secara individual. dengan detak jantung sendiri, otak sendiri, dan nurani sendiri. lalu setelah lahir dan tumbuh besar, kita merantau berkelana di bumi. berkenalan dengan yang namanya orang tua, saudara, eyang, embah, juga bibi dan yu, juga tetangga,teman sekolah, guru dan sebagainya.
tidak ada yang mengharuskan kita menetap selalu ditempat dimana kita dilahirkan. memangnya kita di bumi mau apa sih? apapun jawabanya, itu tergantung otak, nurani dan juwa masing2 insan. sehingga semuanya bebas berkenalan dengan siapa saja, sayang dan mencintai siapa saja. setan pun bebas2 saja kita cintai. itu pilihan kita.
karena itu, dosa,dosa sendiri, pahala,ya sendiri2.
yang jelas, tidak ada itu yang namanya sehidup semati dengan siapapun meskipun kita sangat mencintainya. lahir sendiri sendiri, bertemu karena jodoh rahmatulloh,dan berpisah. entah berpisah lokasi, atau dunia. alam kubur dan dunia, dan akhirnya kembali sendiri sendiri.
saat manusia yang sangat kita pedulikan kebahagiaanya, kesehatanya, keberadaanya, pencapaianya, suatu ketika berisah dengan kita untuk selamanya, lalu seutuhnya ia hanya bersama Tuhan, tiada didampingi seorang teman pun, sedih akan melanda bagai badai tornado yang datang menghantam tanpa prediksi BMG.
sedih untuk apa? untuk dia yang saat ini sendirian? sedih untuk kita karena tak bisa berjumpa lagi? sedih karena kita masing2 takkan pernah bisa mengulang saat yang mengembangkan hati? kenapa harus sedih?
coba rasakan
saat insan meninggalkan dunia, melepas beban penderitaan yang diada-adakan oleh otak, saat tiada lagi cobaan yang menggoda iman, saat tiada lagi bisikan sesat (oleh setan maupun manusia yang menyerupainya)yang membengok-bengkokan jalan kita, saat menguapnya perasaan was-was datangnya hari penghancuran dunia yang memang sudah sangat pantas untuk segera di- hancur lebur -kan. mungkin ini lah saat paling membahagiakan bagi seorang insan. buat apa kita sedih untuk insan yang mungkin sedang berbahagia?
lalu
saat kita berjodoh dengan beberapa manusia, memupuk perasaan cinta yang mendalam, mengukir kenangan yang menjadikanya pelajaran seumur hidup, itu merupakan berkah yang patut disyukuri. saat kita dipisahkan, sedihlah kita? buat apa? bukankah setiap insan memang lahir sendiri-sendiri dan kembali sendiri-sendiri? tanggung jawab diri ini hanya seorang diri yang menanggungnya.
suatu anugrah yang Tuhan berikan, hendaklah kita syukuri, lalu, kalo anugrah itu diambil kembali, sopankah kita bersedih? sopankah kita menuntut kembali permata yang bukan milik kita,setelah diperlihatkan pada kita? siapa kita? sombong nian.. bersabarlah, wahai manusia hina. kita bukan apa-apa.
pahamilah bahwa tiada perlu kita terlalu mencintau sesuatu. tiada bijak pula jika kita terlalu membenci sesuatu. bersikaplah wajar secara sadar.
innanillahi wa inna ilaihi roji'un
Tuhanku, yang menentukan detik terahir usia bumi ini, telah mengambil kembali Yu' Ni di keluarga ku.
Tuhanku, yang maha suci. lebih suci dari embun dipagi hari dan jauh lebih suci tari es yang baru saja turun dari awan, telah mengingatkan saya tentang kesucian hati.
Yu' Ni, sedari ibuk muda sudah mendampingi keluarga ku. sampai aku masuk kuliah awal-awal masih kadang bolak-balik ke Jogja.
Yu'Ni memberikan segalanya untuk keluargaku. jiwa raga. segalanya.
aku nggak ngasih apa-apa buat Yu'Ni. memang, aku patut ditampar. aku anak durhaka. seharusnya aku yang mati saja. gunaku apa di dunia ini? tak ada.
tak ada.
tuhanku, betapa sombongnya hatiku yang merasa paling membutuhkan Yu'Ni, padahal Engkau lah pemilik segala sesuatu di bumi ini. termasuk yu'Ni, termasuk sofi, termasuk ciko (kucingku), termasuk supra x, termasuk merapi.
astagfirulloh, buat apa aku meratap.
Alloh telah memberikan waktu sebagai anugrah. aku masih punya waktu entah sesedikit apa, untuk terus hidup. terus berusaha sekuat tenaga untuk berguna. terus berpikir sampai keringat menetes untuk berbuat yang benar, dan baik.
Tuhanku, maha suci, yang paling suci,
sucikan hati ini Ya Alloh, supaya selalu ingat untuk mendo'akan Yu'Ni, Mbah Kakung, Mbah de Kakung, Mbah Kakung Purwokerto. gunaku buat mereka hanya menjadi anak sholeh yang mendoakan orang tua.
sucikan hati ini, Tuhanku, untuk melanjutkan hidup yang memusingkan ini.
yakinkan hati ini agar kuat saat menerima kenyataan bahwa rizki takkan datang sebelum saat yang tepat. demikian pula dengan jodoh dan kematian. ingatkan padaku dan keluargaku selalu agar IMAN hanya pada 1 Tuhan yang maha esa.
innanillahi wa inna ilaihi roji'un.
ingatkan hamba yang hina ini.
8 komentar:
innalillahi wa inna ilaihi raajiun :( turut berduka ya cop.. :( :(
tapi copey kamu jgn suka bilang kamu ga guna di dunia ini cop. aku ga suka ada orang ngmg gitu. :( pikirin ibu kamu perasaannya gimana denger kamu ngmg gt huhuhu
Innalillahi wa inna ilaihi raajiun.
seberapa besar emosi yang kita rasakan emang ngasih dampak yang sebanding sama kekuatan yang bakal muncul ya cop,
di luar rasa turut berduka (ikut netes)
aku suka sekali tulisanmu yang ini :)
turut berduka cita cop.
dan tulisanmu baguss d^,^b
semoga memberi inspirasi bagi yg membaca. . .
innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
peeyy.. baru tau aku... ikut berduka..
rasa sedih adalah sesuatu yang manusiawi, selama tidak berlebih-lebihan, dan tetap sadar bahwa sesuatu memang milik Allah, dan segala sesuatu akan kembali pada-Nya, selama hati masih terpaut dengan Maha Pemilik ini, maka pasti kita ga bakal merasa kehilangan.
Semoga amal ibadahnya diterima, dan diampuni dosanya.. amin...
amin. semoga amal ibadahnya Yu Ni diterima oleh Alloh.dan smoga saya slalu ingat untuk mendo'akan. trims supportnya, teman-teman..
alhamdulillah Yu'Ne katanya meninggalnya senyum. trus pas dikafani bungkuknya rata, jadi tinggi kembali.
subhanalloh.
subhanalloh.
semangat y cop
selalu berbuat dan berpikir baik
setuju kalo sebaiknya g terus2an bilang km g berguna
hehe..rumput yg bergoyang ada gunanya
ganggang belah dua juga berguna
setiap orang boleh salah kan
dan belajar memperbaikinya
:B
ra nyambung yoh
Posting Komentar