lagi-lagi masalah remaja (pribadi diri menjelang kepala 2)

Halo semua, ada hal yang mengganjal pikiranku akhir-akhir ini. Dan kalo nggak aku uraikan kedalam kata-kata dan tulisan, bakal bertanam dalam otak dan pikiran ku lalu menngusainya secara tiba-tiba, dan temporal. Jadi, aku ingin cerita.

Kasusnya : aku sebal pada kemampuan verbalku yang buruk. Aku sebel susah menyampaikan pendapat, dan sebel kalo pendapatku dinyatakan orang lain. Aku sebel kalo orang lain terlihat oke dengan menggunakan jawabanku. Aku sebel jawabanku nggak didengan kalo dari mulutku
Aku memikirkanya, dan mendapat jawabanya:
intermeso
Semester 3 kali berbeda dengan semester lalu. Kali ini aku punya mata kuliah yang serius. Yaitu perancangan, dan metode perancangan, dan sejarah arsitektur. Secara singkat aku ceritakan, diantara ketiga mata kuliah itu, yang paling memeras otak adalah metode perancangan. Kenapa? Sebab disisni kami diajarjan hal-hal mendasar bagaimana cara berpikir yang baik menggunakan logika. aneh juga, belajar filsafat gitu. Tapi emang kita dituntut untuk memahami dasar berpikir secara tepat sebelum berpikir soal perancangan. Nah, dari kuliah inilah aku mendapat jawaban, kenapa selama ini aku selalu kurang bahagia dalam hidupku.
Inti
Dalam kehidupan, ada 2 macam filsuf :
1. Fenomenolog
2. Eksistesionis
Seorang eksistensionis kerjaanya adalah memikirkan segala sesuatu tentang eksistensi (dasein). Sesuatu yang menyatakan bahwa dia berpikiran, memiliki kecemasan, was-was, dan memikirkan dengan serius perasaan-hasrat itu. Eksistensi adalah subyek.
Sedangkan fenomenolog akan memikikan sesuatu menurut esensi atau jiwa si benda itu. Hanya esensi benda itu saja yang ia pikirkan. Entah benda itu ada atau tidak, tidak menjadi soal. Esensi itu mengeliminasi eksistensi dan kemungkinan yang terjadi pada suatu benda. Dengan kata lain, esensi adalah kemurnian suatu benda/obyek.

Hubunganya dengan kasusku?
Aku seorang eksistensionis. Yang kupikirkan adalah eksistensi diriku dihadapan orang lain. Aku pengen terlihat cerdas dimata orang, dan teman-teman, dan dosen-dosen, dan lain-lain. Karena itulah, aku sebel kalo yang seharusnya mendapat pujian adalah aku, tapi ternyata bukan. Gitu, ngerti nggak?hehe. betapa aku bukan orang nyebelin ya teman…hahah
Tapi aku lupa akan esensi dari kuliah ini. Esensi nya kan supaya aku memahami ilmu2 yang diajarkan di kuliah. Doesn’t matter aku ada ato enggak, yang penting aku ngerti, gitu. Dan mengaplikasikanya dalam kehidupan.
Ituah yang aku lupa.
Seharusnya dalam mencari ilmu, aku konsetrasikan untuk mendapat ilmu itu dengan baik dan benar. Dan mengaplikasikan. Syukur-syukur bisa membagi ilmu itu. Kalo niatnya baik dan jujur, pasti nanti aku bisa berguna untuk orang lain. Don’t care lah tentang eksistensi. Yang penting esensinya.

Oke.
Rasa ingin tahu adalah anugrah, oleh karenanya, mari kita tuntut ilmu dengan kemurnian dan kejujuran.

Btw temen-temen, aku mohon maaf lahir batin ya.. aku sering menyebalkan dan sok sibuk. Aku bener2 minta maaf kalo pernah menyakiti hati kalian. Semoga kita segera bertemu ya….

6 komentar:

  Anonim

2009 September 23 05:03

eem... cope ga ikut buber ipa 4 huhuhu..
aku nebeng internet,, jaid belum sempat baca.. kalo udah janji kukomen deh.. :)

-kinchung-

  tyas

2009 September 23 07:08

copeeyyy.. lama engga melihat postingmu.

ini ceritanya semacam pengen ngeksis gitu cop.
*duh maaf engga tau apa bahasa yang tepat

kaya gitu bolebole aja cop. bagus tu untuk memacu diri buat jadi yang terbaik. tapi nda usa ngoyongoyo.
*halaah. padune kamu yang nyante waw yas

yah intinya kerjakan semampu kita. hhe.
*opo sih iki

  tyas

2009 September 23 07:08

Posting ini telah dihapus oleh penulisnya.
  ria

2009 September 23 09:14

pengen diakui gitu kan pey.
aku jg kdg suka kayak gitu kayaknya. Mungkin beda kasus dan aku mengkategorikan bahwa itu masuk sifat sombong. Ga usah posesif sama kelebihan kita.
Kalau kamu punya kelebihan ga usah dirasa2in jadinya malah pengen diakuin. Jadi mendingan biasa aja.
Tapi entahlah ding pey. hehe. ini pemikiran sesaat aja.

jadi orang yang rendah hati yuk mb copey. AKu jg pengen..
*nyambung ga sih, hehe

*ria*

  Sang herbalis

2009 September 23 16:25

Assalamualaykum
Salam kenal!ni eka

Aku jg pernah kyk kamu,,tapi lama2 perasaan itu sedikit demi sedikit menghilang krna berusaha positiv thinking

  copey lagi

2009 September 23 22:13

kin > aku juga belom komen2 punya yang laen kin. habisnya ini ga unlimited sih.mau irit.hhe.
ayo main.main ayo.
tyas>hok o. nggak usah ngoyo ya. biasa wae dan ga usa dipikir adalah jalan keluarnya
gel>gel, aku GABISA BUKA BLOK MU SAMA SEKALI. knapa ya?? kmu masi ngeblok toyo.
eka> halo eka. oke kapan2 aku liat2 blokmu.hehehehe