Minggu, 11 Juli 2010

renang


tadi saya berenang di citos.
kolam renang itu beda dengan laut, beda sama sungai. karena kolam itu buatan manusia, jadi tiada getaran di dada saat mengepak-ngepakan tangan-kaki. tiada yang indah, tiada yang alami ataupun hidup, kecuali air biru kaporitan.(saya duga)
kali terahir saya berenang di kolam renang, ternyata sudah sangat lama. sebab ternyata saya baru teringat kebahagiaan renang di air biru kaporitan itu tadi.
astaga.
(apa sih artinya astaga. akar katanya dari mana ya?)
astaga.
kali tadi itu saya hanya memikirkan renang.
menjejak dinding ubin tepian kolam, sepanjang mata memandang aku hanya melihat ubin putih-putih,air biru buatan.buik-buih gelembung spererti co2 dalam koka kola menutupi pandangan,sekejap saja.astaga.
mendangakkan kepala setinggi mungkin, mengambil udara banyak-banyak, lalu, masukkan lagi seluruh kepala melihat ubin lagi. mata perih kaporitan.
aku mencoba menahan nafas selama mungkin, seirit mungkin,.
bolak balik setiap 1 kali putaran melihat jam besar putih dekat tempat bilas. jam-oh jam. kenapa ya jam disetiap kolam renang begronya putih jarumnya hitam?jelek banget deh. boring banget. kolam renang banget.
astaga.
setiap ketepian denagn list ubin warna biru tua, saya ngos-ngosan. bukan pegal,bukan suduken. tapi nggak kuat napasnya, kayak keliling mandala 3 kali. air kejam kaporitan. ingus terus keluar. pipis juga malah jadi anyang anyang.
ya ampun aku gatau ini hepi atau trauma.
yang jelas aku punya rasa, yang kelihatanya aku kenali.
pulang-pulang aku bau baiklin. kaporit baunya kayak baiklin.

man in mind

my heart is beating even I don't do touching or talking
my mind is in the air even my bottom is in chair
my lips is like a lime even i just face a rhyme
am I go insane or ill?



Old shatterhand

saya tak tahu kumisnya berbentuk sikat atau helaian ijuk
rambutnya berwarna jerami atau batu bata
saya tak yakin baunya seperti bison atau kulit karet
mungkin dia sudah beristri, hanya dia tidak pernah membicarakanya

mustang, laras ganda, amerika latin, padang arofah, Tuhan, dia hanya membicarakan keunggulanya, dia anggap itu jawaban keheningan. petualanganya adalah kebijakanya.
entah itu bualan atau candaan, aku tak tahu.
apakah dia memang pengelana andes atau rocky
apakah namanya memang Old Shatterhand
apakah dia ada?

mungkinkah dia adalah pria di masa depan?
apa masa depan itu ada?

apakah aku sudah gila, atau jatuh cinta.




(penjelasan lebih lanjut bacalah winnetou II, kara ben nemsi, karangan Karl May)

Sabtu, 10 Juli 2010

air mata

perpisahan.

setiap insan manusia lahir di bumi secara individual. dengan detak jantung sendiri, otak sendiri, dan nurani sendiri. lalu setelah lahir dan tumbuh besar, kita merantau berkelana di bumi. berkenalan dengan yang namanya orang tua, saudara, eyang, embah, juga bibi dan yu, juga tetangga,teman sekolah, guru dan sebagainya.
tidak ada yang mengharuskan kita menetap selalu ditempat dimana kita dilahirkan. memangnya kita di bumi mau apa sih? apapun jawabanya, itu tergantung otak, nurani dan juwa masing2 insan. sehingga semuanya bebas berkenalan dengan siapa saja, sayang dan mencintai siapa saja. setan pun bebas2 saja kita cintai. itu pilihan kita.
karena itu, dosa,dosa sendiri, pahala,ya sendiri2.
yang jelas, tidak ada itu yang namanya sehidup semati dengan siapapun meskipun kita sangat mencintainya. lahir sendiri sendiri, bertemu karena jodoh rahmatulloh,dan berpisah. entah berpisah lokasi, atau dunia. alam kubur dan dunia, dan akhirnya kembali sendiri sendiri.

saat manusia yang sangat kita pedulikan kebahagiaanya, kesehatanya, keberadaanya, pencapaianya, suatu ketika berisah dengan kita untuk selamanya, lalu seutuhnya ia hanya bersama Tuhan, tiada didampingi seorang teman pun, sedih akan melanda bagai badai tornado yang datang menghantam tanpa prediksi BMG.
sedih untuk apa? untuk dia yang saat ini sendirian? sedih untuk kita karena tak bisa berjumpa lagi? sedih karena kita masing2 takkan pernah bisa mengulang saat yang mengembangkan hati? kenapa harus sedih?

coba rasakan

saat insan meninggalkan dunia, melepas beban penderitaan yang diada-adakan oleh otak, saat tiada lagi cobaan yang menggoda iman, saat tiada lagi bisikan sesat (oleh setan maupun manusia yang menyerupainya)yang membengok-bengkokan jalan kita, saat menguapnya perasaan was-was datangnya hari penghancuran dunia yang memang sudah sangat pantas untuk segera di- hancur lebur -kan. mungkin ini lah saat paling membahagiakan bagi seorang insan. buat apa kita sedih untuk insan yang mungkin sedang berbahagia?
lalu
saat kita berjodoh dengan beberapa manusia, memupuk perasaan cinta yang mendalam, mengukir kenangan yang menjadikanya pelajaran seumur hidup, itu merupakan berkah yang patut disyukuri. saat kita dipisahkan, sedihlah kita? buat apa? bukankah setiap insan memang lahir sendiri-sendiri dan kembali sendiri-sendiri? tanggung jawab diri ini hanya seorang diri yang menanggungnya.
suatu anugrah yang Tuhan berikan, hendaklah kita syukuri, lalu, kalo anugrah itu diambil kembali, sopankah kita bersedih? sopankah kita menuntut kembali permata yang bukan milik kita,setelah diperlihatkan pada kita? siapa kita? sombong nian.. bersabarlah, wahai manusia hina. kita bukan apa-apa.

pahamilah bahwa tiada perlu kita terlalu mencintau sesuatu. tiada bijak pula jika kita terlalu membenci sesuatu. bersikaplah wajar secara sadar.

innanillahi wa inna ilaihi roji'un
Tuhanku, yang menentukan detik terahir usia bumi ini, telah mengambil kembali Yu' Ni di keluarga ku.
Tuhanku, yang maha suci. lebih suci dari embun dipagi hari dan jauh lebih suci tari es yang baru saja turun dari awan, telah mengingatkan saya tentang kesucian hati.

Yu' Ni, sedari ibuk muda sudah mendampingi keluarga ku. sampai aku masuk kuliah awal-awal masih kadang bolak-balik ke Jogja.
Yu'Ni memberikan segalanya untuk keluargaku. jiwa raga. segalanya.
aku nggak ngasih apa-apa buat Yu'Ni. memang, aku patut ditampar. aku anak durhaka. seharusnya aku yang mati saja. gunaku apa di dunia ini? tak ada.
tak ada.
tuhanku, betapa sombongnya hatiku yang merasa paling membutuhkan Yu'Ni, padahal Engkau lah pemilik segala sesuatu di bumi ini. termasuk yu'Ni, termasuk sofi, termasuk ciko (kucingku), termasuk supra x, termasuk merapi.
astagfirulloh, buat apa aku meratap.
Alloh telah memberikan waktu sebagai anugrah. aku masih punya waktu entah sesedikit apa, untuk terus hidup. terus berusaha sekuat tenaga untuk berguna. terus berpikir sampai keringat menetes untuk berbuat yang benar, dan baik.
Tuhanku, maha suci, yang paling suci,
sucikan hati ini Ya Alloh, supaya selalu ingat untuk mendo'akan Yu'Ni, Mbah Kakung, Mbah de Kakung, Mbah Kakung Purwokerto. gunaku buat mereka hanya menjadi anak sholeh yang mendoakan orang tua.
sucikan hati ini, Tuhanku, untuk melanjutkan hidup yang memusingkan ini.
yakinkan hati ini agar kuat saat menerima kenyataan bahwa rizki takkan datang sebelum saat yang tepat. demikian pula dengan jodoh dan kematian. ingatkan padaku dan keluargaku selalu agar IMAN hanya pada 1 Tuhan yang maha esa.

innanillahi wa inna ilaihi roji'un.
ingatkan hamba yang hina ini.

Rabu, 30 Juni 2010

imajinasi semata

seandainya di dunia ini tidak ada uang.

pada jaman dahulu, sebelum ada uang ada sistem tukar yang namanya barter. mungkin bu umi guru ips sd sapen pernah ngasih tau, cuma aku nggak ingat. seingatku aku tahu sistem ini karena baca buku ensiklopedia wwp anak-anak.
nelayan menukar ikanya dengan sayuran. begitu kta si buku.
bareter digunakan untuk memenuhi kebutuhan. nelayan yang tinggal dipesisir pastilah tak bisa menanam bayam, demikian petani yang hidup di ladang tak bisa memancing cucut. jadilah mereka saling bertukar.
kenapa jadi ada uang?mungkin ada beberapa cerita,
Suatu hari nelayan ingin makan sayur,namun kali itu ia tak berhasil tangkap ikan untuk dibarter,cuaca mendung,katanya. jadilah nelayan naik ke desa untuk mencari sayur sesampainya didesa,ia meminta sayur pada petani. namun si petani tak mau memberi, karena tak ada ikan untuknya. karena demikian, maka si petani memberi 3 butir batu, sebagai tanda ia telah meminta sayur. suatu hari nanti, nelayan berjanji, saat telah berhasil menangkap ikan, 3 buah batu tersebut dapatdigunakan sebagai tanda untuk mengambil ikan miliknya.
dan jadilah benda tertentu digunakan sebagai nilai tukar sampai saat ini. dinamakan uang.

atau,

suatu hari nelayan ingin makan sayur. maka ia membawa hasil laut yang paling baik, yakni ikan trout ke desa. ia berharap segera mendapat pepaya yang segar karena akhir-akhir ini ia tak lancar ke wc. ia juga berharap bisa meminta selada segar untuk dimasak istrinya dengan teri nanti dirumah.
sampai ke desa, ia langsung menemui petani.dan diutarakan maksudnya yang ingin barter. tapi sungguh sial. petani baru hanya memanen kecambah dan daun singkong saja.
tapi apa boleh buat, ia dan keluarganya dipesisir ingin makan sayur supaya baik pencernaanya.
nelayan berpikir, ikan trout tidak sebanding dengan kecambah. akhirnya ia memutuskan untuk membuat kesepakatan.
1 ikan trout disamakan dengan 5 buah kerikil.
semangkuk kecambah disamakan dengan 1 buah kerikil
karena itulah mereka menggunakan alat tukar supaya penukaran bisa lebih adil.
dengan kesepakatan itu, petani meyerahkan kecambah,dan 4 butir batu yang suatu hari nanti bisa ditukar dengan sayuran yang lebih baik.
dan sampai sekarang uang tetap menjadi alat tukar.
dan bertambah fungsi sebagai alat pengukur kekayaan. sedangkan kekayaan sebagai alat ukur status sosial.

apasih.
aku juga nggak tau.
maksudku begini,
barter yang tadinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan kemudian atas dasar landasan "KEADILAN" maka tercipta uang sebagai alat tukar.
tapi apa benar itu keadilan?
nelayan merasa ikan yang ia tangkap lebih susah daripada nandur kecambah, maka ia menuntut 'keadilan' itu.
tapi tunggu. ikan yang ia tangkap itu dari lautan milik Tuhan. cambah yang ditandur juga dari air segar pemberian Tuhan. jadi kan sebenarnya kita tak punya apa2. meminjam semata.
kalau petani perhati baik dan berpikir jernih. maka niatnya akan baik membantu sesama, sehingga ia akan membantu nelayan cuma-cuma.
tapi makin berkembang peradaban, muncul pasar sebagai tempat pertukaran, yang hanya menggunakan benda tertentu sebagai alat --> uang
aku kurang mengerti kenapa bisa terjadi begini apakah dilandaskan keadilan?
tapi Tuhan pun memerintahkan kita pergi ke pasar. mengajarkan kita jual beli pula. berarti memang kebutuhan manusialah berlaku adil. sebab aku pun tahu tidak semua manusia dibumi ini bisa mengendalikan hawa nafsunya. dan tidak semua berbuat baik.
keadilan dibutuhkan saat yang jahat menindas yang baik.

saat uang dengan sengaja dikumpulkan dan ditimbun. jadi untuk apa? untuk membeli yang ada diluar kebutukan kita. saat itulah uang menjadi bencana.

entahlah, tapi aku tau bahwa jaman sekarang SEMUA ORANG membeli apa yang sebenarnya TIDAK MEREKA BUTUHKAN. sejujurnya aku kurang mengerti kenapa kita semua melakukan ini.
misalnya.
saat ibu yang wanita karir setiap hari kekantor dan ga bisa mengurus rumah maka menggaji pembantu.
saat anak-anaknya tumbuh besar dan cukup bisa melakukan pekerjaan rumah, namun karena sang ibu punya cukup uang untuk tetap menggaji pembantu maka anak-anak pun tak punya skill mengurus rumah.
tidak bisa memasak untuk makan
mencuci baju untuk dikenakan lagi
merapikan rumah untuk ditinggali dengan nyaman.
padahal itu tadi 3 kebutuhan dasar manusia. tapi si anak tak bisa melakukanya sendiri. dan hancurlah si anak saat pembantu sudah tak bisa membantu lagi karena berumur. dan untuk mencari ganti yang baru itu sulit. sulit menemukan orang yang bisa dipercaya.
si anak harus beli makan, dan me laundry.
si anak yang telah tumbuh dewasa, tak bisa mencuci baju, maka mesin cuci menjadi kebutuhanya. padahal ia PUNYA TANGAN, ada air untuk membilas, ada cahaya matahari supaya kering segala pakaian. ada angin pula.
tak hanya mesin cuci, tapi kulkas, mobil,dll.
tak akan ada habisnya kalau bicara teknologi yang kabarnya lebig praktis. instan. cepat saji. semua benda-benda buatan manusia yang kalau kurasakan tidak terlalu penting.
aneh aku mengatakan ini karena aku mahasiswi teknik.
tapi memang dasar iklan tak ada kapoknya meracuni. membantu pasar untuk mempengaruhi manusia.

aku ini bicara apa. aku sendiri tak mengerti.

makin banyak hal-hal yang tidak perlu namun dihadirkan oleh manusia.semakin penuh bumi ini dengan benda-benda rakitan manusia. mau kemana perkembanganya. siapa yang sebenarnya memimpin? aku tidak tahu. tidak kenal. yang jelas aku tidak suka.
semakin susah aku melihat pemandangan alam yang Tuhan hadirkan kepada kita. semakin aku jadi lupa pada Tuhanku. padahal segala sesuatu yang alami ciptaan tuhan lah yang memebuat kita mengimani adanya Tuhan. seangkan kalau kita setiap hari memandang tembok, dan segala-galanya yang dirakit dimanipulasi manusia, kita jadi hanya ingat manusia saja.

tak tahulah.
aku merasa aku sepertinya pernah hidup di jamandahulu. jaman suku apache hidup damai di amerika selatan. atau mungkin sesungguhnya aku adalah bagian dari mereka?
aku juga kurang mengerti. yang jelas, aku sedih karena didunia ini ada uang.

Kamis, 10 Juni 2010

asal posting

aku sedang bingung.
beberapa hari yang lalu, aku minta bimbingan teman baru, sodaranya gelgel. namanya masican. aku minta diajari menggambar. lucu mungkin ya, nggambar aja diajari. tapi aku butuh, karena aku lupa bagaimana caranya.

aku bingng.
semua orang tau kalau nggambar itu menceritakan lewat simbol. sama seperti sastrawan menceritakan lewat simbol kata2, penari lewat simbol gerakan berirama, musisi lewat nadanada.
ya memanfg sesimpel itu sebenernya.
tapi aku bingnung.
saat aku ingin bercerita lewat simbol, aku serasa hampa. semakin dipikir semakin kusut. teman baru saya yang lain, mas regol bilang : kamu terlalu banyak berpikir, cop.
ouh. oke. so how do i do draw without thinking?
aku sedang bingung teman, sampai sekarang.

selama ini yang kuahu, menggambar itu menorehkan simbol-simbol, dengan kedua tngan kita, dipikirkan pake otak, dan dikaitkan dengan hati, dengan rasa.
rasa.
itu yang aku merasa nggak ada dalam proses ini.
aku nggaka tahu bagaimana rasa ini bisa kutemukan kembali. kemana hati ini berlari berloncatan. au nggak tau kemana. aku ngin berdialog dengan diriku.
hey sofia, apa yang kamu rasakan?
seandainya aku bisa bercakap dengan nurani, aku pikir proses gambar-menggambar ini akan mudah. karena aku bisa memastikan aku mau menggambar apa, setelah aku tau apa yang kurrasakan.

Ya Tuhan ku, dimana hatiku berada?
apakah setan sudah merebutnya dan meleburkanya dengan serpihan abu kesenangan batin.
bagaimana menciptakanya kembali?
oke, aku tidak meyalahkan setan, memang pertahananku akan nurani kurang kuat dan mudah dijebol.yasudahlah, memang sudah terjadi aku kehilangan cahaya.
umm.
kapan ia bisa muncul lagi, ya Alloh?
segeralah beri hamba petunjuk. hamba merindukanya sangat.

oiya, tulisan ini tidak kupikirkan alurnya, hanya menceritakan saja apa yang sedang kurasakan.
aku sedang menanti hasil ujian semster ini. semoga kali ini aku tidak mengecewakan orang tua.
oh sofia, maafkan aku yang tidak menjalankan semester ini dengan cahaya kalbu, maaf. maaf aku lemah sekali.
sofia, sampaikan pada Tuhan supaya kuatkan aku, hanya Dia yang bisa menguatkan dan mengembalikan hati.

sekali lagi, aku berkata tanpa berpikir. hanya ego, nafsu, dan serpihan hati yang bicara. jadi kalau ada salah kata, mohon dibetulkan, dan mohon maaf.

Sabtu, 15 Mei 2010

wiseacre bodoh dalam konteks yang sebenarnya

barusan aku memposting sesuatu yang memnyakiti hati seseorang,teman. karena itu segera kuhapus.
kalo aku ingat2, aku pernah juga kayak gini. pas itu saat mengomentari postingan indik yang sedang bergundah hati tentang kuliahnya. aku membuat komentar yang radikal tentang cara pikirnya, tanpa bermaksud menyudutkanya. aku cuma ingin indik tau sudut pandangku akan hal yang ia utarakan itu bagaimana rasoinalitasnya dimataku. tapi tanpa dinyana, ternyata indik sebel mendapat komentar 'kasar' yang aku lontarkan. meskipun aku berniat mengomentari dengan pemikiran dalam yang serius,tidak hanya komentar = iya udah, sabar ya, kamu pasti bisa lalala. tapi pada kenyataanya yang ingin ia dapatin justru komentar yang demikian. aku salah langkah. dan malah menyakiti hatinya.
maap ya ndik :(
itu hal yang sudah pernah terjadi di masa lampau, mungkin juga indik udah lupa.

dan tadi subuh aku melakukan kebodohan yang serupa. menyakiti hati orang karena sok-rasional. kalaupun indik pernah kusakiti, pasti dia bisa paham kenapa aku melakukan hal itu, karena indik sudah mengenalku yang serampangan ini. tapi teman baruku ini pasti sulit memaafkanku karna bila dipikir logika aja tindakanku sudah kriminal-mencemarkan nama baik.hasyah.maafkan aku teman :(
wiseacre bodoh, ternyata tidak pernah berubah.

yaAlloh. padahal kita sudah ada di jaman post-modern yang semuanya bisa disuarakan. tidak ada kebenaran absolut yang bisa dipegang. semua permasalahan harus dilihat dalam konteksnya.aku mau ngomong apa sih?kebawa-bawa makalah sejarah.
oiya, aku merasa konteks ini lah yang harusnya dimengerti dahulu, sebelum merajuk ke permasalahan.
konteksnya adalah, (ada) ruang-ruang pribadi manusia yang tidak boleh kita masuki.maksudnya, saat kita melihat adanya katakanlah kepincangan yang harus diluruskan dalam hal pribadi seseorang, adalah haram untuk menyentuhnya. (menyentuh aja haram, apalagi mencoba meluruskanya)
*aduh ini bahasaku sopan gak ya. yah, maksudnya gitu deh,aku bingung mengkata-kata kanya*
intinya, ada batasan yang tak boleh dilampau saat beropini mengenai hal didalam zona pribadi orang lain.mungkin ini namanya etika.
itulah kekuranganku.
keadilan tidak akan tepat diberlakukan tanpa etika. sama seperti
rasionalitas menjadi tidak penting(atau bahkan salah) saat hati tidak digunakan.

YaAlloh, sampai kapan aku memiliki perangai wiseacre-bodoh.
Ya Alloh, hamba mohon tuntunlah hamba ke jalan yang lurus. dan ingatkan selalu agar hamba senantiasa berfikir. dan jangan masukkan hamba kedalam golongan orang-orang munafik. sungguh, hamba tidak akan tahan dengan adzab-Mu yang legendaris tapi nyata.

Senin, 03 Mei 2010

ayam berkokok

ayam sudah berkokok.
saya baru bangun.

ada tugas tentang azimut altitud untuk memahami kenyamanan setelah memberikan perhatian pada jalur matahari.

saya..................................
nggak tau apa yang asedang saya lakukan.
padahal tinggal 1-2 minggu lagi menuju presentasi internal. tapi saya merasa tidak mendapat ilmu di semester ini. saya takut, saya berjanji tiada pulang ke Jogja kalo ip nggak 3.5
apa memang saya harus tidak pulang keJogja? saya juga tak tahu.

apa yang sedang saya lakukan?
sungguh aku tidak memahami projek Perancangan Arsitektur 2 ini. sungguh tidak memahami pekerjaan arsitek membangun rumah tinggal ini. mengapa arsitek begitu sok tau akan kebutuhan klien?kebutuhan itu hanya orang bersangkutan sendiri yang tau. sepenting apa sih form itu? bisakah jelaskan padaku sekarang? apa memang kita harus mengikuti apa deadline dari dosen menurut silabus. kenapa arsitek begitu sok tau seolah punya solusi yang paling tepat untuk masalah sebuah keluarga?
buat apa aku belajar ini?
aku nggak mengerti apa yg sedang aku pelajari. aku tidak suka. hati nuraniku tak tergetar sama sekali.
saya merasa......................tidak melakukan apa-apa.

anak durhaka.
saya sungguh tidak mendapati ilmu selama 4 bulan ini. padahal saya tinggal di kosan baru 500ribu bak menginap di hotel bintang. aku anak durhaka. aku pantas masuk neraka.
ya Alloh, sungguh hamba tidak akan kuat.
tapi aku memang anak durhaka yang pantas masuk neraka.
Ya Alloh, apa yang bisa hamba lakukan untuk menebus ini?
menjadi anak sholeh itu sungguh susah sekali.
terlalu banyak nikmat yang Engkau berikan, tapi jangan biarkan hamba terterangkap dalam cobaan ini. tolong hamba, hanya Engkau yang bisa menolong.
apa memang saya tidak boleh pulang ke Jogja?
saya merindukan makan bersama orang tua saya, saya rindu sholat bersama bapak saya menjadi imam, saya rindu bertengkar remote dengan adik saya, saya rindu disuruh mbantuin jemur baju, saya rindu nganter ibu ke Bantul, ke kandang sapi.
saya rindu makan bersama keluarga saya. karena ibu saya masak kangkung kalau saya pulang.
ya Alloh, hamba anak durhaka.
seharusnya saya disini untuk menuntut ilmu, berguna bagi bangsa negara agama.
tapi sungguh hati ini tak tergetar, tak terikat dengan tugas-tugas saya.

saya berjalan tapi tak terarah
saya bicara tapi tidak paham
saya berhati tapi tak merasa
saya berotak tapi tak berpikir
saya hidup tapi tak berguna

pantaskah aku ada di bumi ini ya Alloh?
sungguh mahasiswa memang sombong. merasa punya ideologis paling jujur, paling benar. kata siapa? besar omong. hanya ikut-ikutan zaman saja berani bermulut besar.
tahukah kamu apa yang benar-benar seorang manusia butuhkan, hai mahasiswa?
memikirkan bangsamu saja sudah berlagak, urusi dulu dosa-dosamu pada dirimu, pada keluargamu, pada lingkunganmu.

aku nulis apa sih? aku pun tak paham apa yang kutulis.
saya menulis tapi tak menganalisis.
dangkal. saya memang pantas masuk neraka.
Tuhanku, ampunilah aku, aku tak mampu kalau sendirian Tuhan, hamba mohon, dampingi hamba kemanapun otak ini berpikir, kemanapun hati ini merasakan, kemanapun jasad ini terombang-ambing. Hamba mohon. hamba tak ingin masuk neraka.