Selamat petang.
Saya tinggal di distrik yang banyak sekali kucing disini. Hampir setiap hari saya melihat kelahiran, kematian, pertengkaran, percintaan, dan kasus tabrak lari kucing. Dengan manusianya? Tidak jauh berbeda. walau sangat ramai disini, kami tidak saling mengenal. Ada yang jahat, ada pula yang pura-pura jahat, aku tidak tahu adakah yang baik?
Saya ingin menceritakan tentang manusia-manusia yang saya kenal.
Ada manusia, bernama Varah. Dia manusia yang baik, saya membicarakan banyak hal tentang menafsirkan perintah-perintah Alam. Seringkali saya hilang arah dan bercerita kejadian kepadanya. Bukan solusi yang saya dapat, memang, namun cukup untuk 1 poin bukti menuju pembenaran. Varah sangat dekat dengan keluarganya. Hanya 2-3 minggu sekali dia pulang kerumah keluarganya, dan meninggalkan distrik ini untuk sementara.dia orang baik, kupikir. Karena perilaku yang tanpa kelicikan. Kadang aku menggambarkan jalan pikiranya semacam Luna Lovegood. Polos mendekati gila, menurut sebagian manusia. Karena lebih dari sebagian manusia tidak lagi polos, sehingga naïf dianggap tak normal alias gila. Peruntunganya di distrik ini kurang baik, tapi saya sangat penasaran apa yang ia dapat 2 tahun mendatang dan selebihnya, setelah kami meninggalkan tempat sempit ini.
Manusia lainya lagi adalah Flo. Namanya berarti cantik. Bagaimana dengan parasnya? Saya tidak tahu, karena keindahan walau bagaimanapun adalah subjektif. Bagaimana dengan subjektif saya? Tidak tahu, karena saya baru mengenalnya 1-2 tahun terakhir saja. Tidk ada manusia yang cantik sama dengan tidak ada manusia yang sempurna, kecuali imajinasi. Flo menganggap dirinya sangat rapuh, dan berusaha keras membuat dirinya rapuh dan terlihat rapuh. Hampir-hampir membuatku percaya. Namun ia rupanya serigala berbulu domba. Atau musang berekor merak. Atau gadis berkepala rubah. Aku tidak mengatakan ia jahat, tidak pula mengatakan benci. Aku suka. Karena munafik adalah semua orang, termasuk aku, termasuk kamu. Hanya saja kadarnya berbeda-beda. Aku anggap ini menarik, aku sering mengatakan banyak hal padanya, member petuah seakan aku pertapa tua yang bijaksana. Aku tak tahu seberapa tak berarti nasihatku untuknya, namun kami cukup menikmati kepura-puraan ini,setidaknya untuk hiburan sebelum berpisah. Flo sangat bergantung pada keluarganya di rumah, sama seperti aku dan kamu, hanya saja dia terlampau sadar bahwa dia sangat bergantung, tidak seperti aku atau kamu yang kadang lupa.
Manusia terakhir adalah Dara. Berbeda dengan aku, Flo dan Varah, Dara memiliki kesempatan untuk memiliki pacar. Dia wanita yang terlihat lebih kuat. Mungkin karena ia memiliki lebih banyak ilmu yang ia dapat dari cara pikir pria,sehingga ia lebih bangga menyebarkan hawa keibuanya daripada kekanakanya. Dara cukup menikmati keberadaanya di distrik kucing ini. Tak seperti kami yang kadang harus bergelut dengan hati tentang apa yang akam kami torehkan malam ini, lirik apa yang akan di gubah, patung apa yang akan di pahat, atau kisah mana yang akan diratapi, dia tidak. Mungkin karena tempat ia tinggal mirip dengan distrik ini, sehingga ia bida meredupkan kobaran hatinya dan berlaku normal layaknya manusia lainya. Dan dia menikmati kehidupan distrik ini. Entah selamat atau belasungkawa, karena aku juga tidak tahu, siapa yang tersesat.
Yah itulah sekelumit tentang kisah manusia-manisia yang aku cintai di distrik pengap ini.
Aku tidak tahu kemana aku akan tinggal setelah pergi dari distrik kucing. Karena ternyata aku tidak bisa bertahan lama di distrik yang cukup banyak gobcanganya. Mungkin kelemahanku karena aku masih berteman dengan 2 sahabat terdekatku, setan malas dan setan rakus. Entah bagaimana aku harus berterima kasih pada mereka berdua karena dengan setia mendampingiku kemanapun aku berjalan, bahkan dikala membaca ayat alkuran yang membosankan. Semilir angin yang berdesir di ulu hari dan timpaan sebutir salju yang menetesi rongga dada dikala aku mengingat Pencipta, semakin samar dan menjadi kepura-puraan. Kerelaan hati dan sembah sujud pada yang Maha Kuasa menjadi rutinitas, formalitas belaka.
Yasudah, lambat laun aku akan bertanggung jawab juga. Mau kabur sampai mana juga semua setan itu akan menemukanku. Kepada Tuhan aku bersumpah, meski hanya kepura-puraan, hanya Engkau satu-satunya yang kucintai dan kupercayai.
1 komentar:
apakah setelah keluar dari distrik kucing ini kita akan tetap mirip kucing? hahaha
Posting Komentar