Sabtu, 25 April 2009

cinta sebagai inspirasi

aku baru menyadari sesuatu yang penting banget supaya aku bisa terus semangat..hhe.

teman kuliahku,cewek, dia membuat suatu gips pahatan yang keren banget. maap, fotonya gag ada, tapi kalo aku deskripsikan, dia membuat huruf2 yang mengindikasikan suatu judul lagu, dan terpahat di bola gipsnya. lalu dia melubangi bagian tengah gips sehingga susunan huruf itu terkesan berongga melayang. intinya itu keren bgt. dulu aku heran banget, kenapa dia bisa2nya sabar membuat gips yang 'cuma tugas senirupa' itu seniat membuat sayembara seni patung.hm..kayak tugas akhir aja. belakangan baru aku mengerti kalo dia terinspirasi oleh lagu lagunya band favoritdari si pria idamanya.hhe.wow.

temenku yang satu lagi, sangat fashionable. namanya Noni setiap karya yang dia buat itu selalu menonjolkan karakternya. bener2 semua karyanya besifat lux fashion. dia pandai memadukan warna yang spektakuler.bahkan salah satu karyanya dia, dia membuat perspektif lemari pakaian seoraang artis..hahahaha.







kemudian. kalo boleh sedikit menceritakan tentang karyaku, aku sering membuat karya2 tugas yang berkonsepkan tanah tumpah darahku. tempat keluarga ku tinggal. Ngayogyokarto. aku pernah membuat gunungan wayang sebagai tema, jalanan belakang keratonn sebagai gambar, komik cerita rakyat jawa yang orangnya berblangkon2 sebagai skoring.






dan contoh kisah terakhir yang paling menginspirasiku adalah biografi dosenku yang usianya sudah lebih sepuh eyang putriku. tapi beliau masih bersedia mengajari kami, anak2 generasi Y yang suka kepraktisan dan kemodernan. pasti butuh kesabaran yang tulus untuk menerapkan konsep pengkomunikasian arsitektur yang tepat dan benar. bukan sekedar based on example from book. saat ini, usia beliau sudah 72 tahun dan menurut informasi, beliau belum menikah. yes, beliau adalah ibu Siti Utamini a.k.a ibu Dotti. kemarin sabtu kami warga arsitektur UI dan para almamater merayakan 72 tahun ultah beliau dan para dosen-dosen membuat artikel tentang arsitektur dan BU Dotti yang kemudian dibukukan,dan di launching kemari Sabtu saat perayaan ultah beliau. betapa arsitek pun mencintai beliau seperti beliau mencintai arsitektur. dulu pernah suatu saat beliau kecewa pada kelas kami karena tak ada satu anakpun yang menggambar ulang perspektif dekanat, padahal beliau sudah mengingatkan bahwa belum ada anak yang menggambar dengan sempurna dan kami masih perlu banyak latihan.
kini aku sadar. terang saja beliau marah pada kami yang tidak menandakan keseriusan pada arsitektur. padahal beliau bahkan mengorbankan masa tuanya untuk menabdi pada Ui sebagai pengajar senior hanya karna kecintaanya yang tulus pada arsitektur. terang saja beliau sakit hati pada kami-kami ini yang menyepelekan kuliah arsitektur.
saya pun akan sangat marah jika ada orang yang mengunderestimate Ngayogyokarto.

betapa cinta itu membuat kita bertahan untuk selalu produktif dalam berkarya. cinta membuat kita qualified. cinta membuat kita pasti dalam melangkah. cinta memberi inspirasi pada kita.

padahal, dulu aku sempat berpikir, bahwa dongkrak yang sesungguhnya, supaya manusia bisa terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang yang lebih hebat dan hebat lagi adalah dendam dan rasa iri.
tapi kini aku salah. sangat salah. sebab, ketika dendam itu telah terbalaskan dan rasa iri itupun sirna, kita akan kehilangan tujuan. padahal telah hancurlah hati kita karena dendam dan kemarahan itu. buat apa kita menang jikalau hati kita telah habis terbakar? kita lama2 tak akan punya hati lagi.parah kan..

karena itulah, saat ini saya mendeklarsikan bahwa dendam dan iri tiada gunanya. dan dongkrak kita sebagai manusia yang akan terus bertambah kualitasnya adalah CINTA.

8 komentar:

annisanican mengatakan...

waw.. :)

ria krisna mengatakan...

Pey aku ga pernah mikir hal2 itu..
hehehehe
tapi setuju cinta sebagai inspirasii

copey lagi mengatakan...

hhahahaha.
kedengaranya postinganku ini emang absurd kali ya..terlalu teoritis. tapi jujur wae, hal2 ini aku rasakan di lingkunganku^^

matahari mengatakan...

wow.. thanks Pey,,

aku jadi tersadar.

eh tapi aku pernah berhasil mencapai sesuatu gara2 dogkrak dendam lho..
tapi kemudian aku memang benar2 terjerumus sangat dalam cinta.. haha..
BHAPAD

Loretta Ollich mengatakan...

dokrak?
dendam?
cinta?

aku jadi mikir.
dongkrak ku selama ini apa ya?
bukan dendam. aku juga bukan orang yang pendendam...
cinta?
kayaknya enggak juga. mungkin sesekali iya,, cinta pada orangtua,, ingin membahagiakan mereka,, lalala.. tapi tidak sesering itu.
jadi apa dongkrakku selama ini?
kayaknya dongkrakku cuma keinginan dan ambisi pribadi.
setelah tujuan tercapai,,ya,, cari tujuan lagi...
halah. aku nulis opo to..
tapi, serius.
jadi mikir.

dongkrakku apaaaaa????

hanyablogbiasa mengatakan...

Berjuang demi cinta ato dengan cinta qt berjuang???!

copey lagi mengatakan...

hahahha..
iya san, aku juga duu orngnya pendendam..hhe. tapi lama2 capek juga^^
hehe. aku juga pernah jadiin rasa penasaranku sebagai dongkrak,tak. namun kadang curious iu juga atas dasar yg gak jels. jadi ga tahan lama..hhe.
2-2nya mas^^hahahahaha
intinya, tetap sehat tetap smangat!!!
btw, ini postinganku sok kemejos..tapi aplikasinya itu loh..yang susah^^

me fivedoublenine mengatakan...

yup!!
CINTA...klo uda yg namany cinta pasti semua yg kita lakuin bawaany sneng...
CINTA bikin kita semangat...
uda dewh cintai apa yg lg kita jalani cop!!
alah bisa karna biasa...