Rabu, 30 Juni 2010

imajinasi semata

seandainya di dunia ini tidak ada uang.

pada jaman dahulu, sebelum ada uang ada sistem tukar yang namanya barter. mungkin bu umi guru ips sd sapen pernah ngasih tau, cuma aku nggak ingat. seingatku aku tahu sistem ini karena baca buku ensiklopedia wwp anak-anak.
nelayan menukar ikanya dengan sayuran. begitu kta si buku.
bareter digunakan untuk memenuhi kebutuhan. nelayan yang tinggal dipesisir pastilah tak bisa menanam bayam, demikian petani yang hidup di ladang tak bisa memancing cucut. jadilah mereka saling bertukar.
kenapa jadi ada uang?mungkin ada beberapa cerita,
Suatu hari nelayan ingin makan sayur,namun kali itu ia tak berhasil tangkap ikan untuk dibarter,cuaca mendung,katanya. jadilah nelayan naik ke desa untuk mencari sayur sesampainya didesa,ia meminta sayur pada petani. namun si petani tak mau memberi, karena tak ada ikan untuknya. karena demikian, maka si petani memberi 3 butir batu, sebagai tanda ia telah meminta sayur. suatu hari nanti, nelayan berjanji, saat telah berhasil menangkap ikan, 3 buah batu tersebut dapatdigunakan sebagai tanda untuk mengambil ikan miliknya.
dan jadilah benda tertentu digunakan sebagai nilai tukar sampai saat ini. dinamakan uang.

atau,

suatu hari nelayan ingin makan sayur. maka ia membawa hasil laut yang paling baik, yakni ikan trout ke desa. ia berharap segera mendapat pepaya yang segar karena akhir-akhir ini ia tak lancar ke wc. ia juga berharap bisa meminta selada segar untuk dimasak istrinya dengan teri nanti dirumah.
sampai ke desa, ia langsung menemui petani.dan diutarakan maksudnya yang ingin barter. tapi sungguh sial. petani baru hanya memanen kecambah dan daun singkong saja.
tapi apa boleh buat, ia dan keluarganya dipesisir ingin makan sayur supaya baik pencernaanya.
nelayan berpikir, ikan trout tidak sebanding dengan kecambah. akhirnya ia memutuskan untuk membuat kesepakatan.
1 ikan trout disamakan dengan 5 buah kerikil.
semangkuk kecambah disamakan dengan 1 buah kerikil
karena itulah mereka menggunakan alat tukar supaya penukaran bisa lebih adil.
dengan kesepakatan itu, petani meyerahkan kecambah,dan 4 butir batu yang suatu hari nanti bisa ditukar dengan sayuran yang lebih baik.
dan sampai sekarang uang tetap menjadi alat tukar.
dan bertambah fungsi sebagai alat pengukur kekayaan. sedangkan kekayaan sebagai alat ukur status sosial.

apasih.
aku juga nggak tau.
maksudku begini,
barter yang tadinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan kemudian atas dasar landasan "KEADILAN" maka tercipta uang sebagai alat tukar.
tapi apa benar itu keadilan?
nelayan merasa ikan yang ia tangkap lebih susah daripada nandur kecambah, maka ia menuntut 'keadilan' itu.
tapi tunggu. ikan yang ia tangkap itu dari lautan milik Tuhan. cambah yang ditandur juga dari air segar pemberian Tuhan. jadi kan sebenarnya kita tak punya apa2. meminjam semata.
kalau petani perhati baik dan berpikir jernih. maka niatnya akan baik membantu sesama, sehingga ia akan membantu nelayan cuma-cuma.
tapi makin berkembang peradaban, muncul pasar sebagai tempat pertukaran, yang hanya menggunakan benda tertentu sebagai alat --> uang
aku kurang mengerti kenapa bisa terjadi begini apakah dilandaskan keadilan?
tapi Tuhan pun memerintahkan kita pergi ke pasar. mengajarkan kita jual beli pula. berarti memang kebutuhan manusialah berlaku adil. sebab aku pun tahu tidak semua manusia dibumi ini bisa mengendalikan hawa nafsunya. dan tidak semua berbuat baik.
keadilan dibutuhkan saat yang jahat menindas yang baik.

saat uang dengan sengaja dikumpulkan dan ditimbun. jadi untuk apa? untuk membeli yang ada diluar kebutukan kita. saat itulah uang menjadi bencana.

entahlah, tapi aku tau bahwa jaman sekarang SEMUA ORANG membeli apa yang sebenarnya TIDAK MEREKA BUTUHKAN. sejujurnya aku kurang mengerti kenapa kita semua melakukan ini.
misalnya.
saat ibu yang wanita karir setiap hari kekantor dan ga bisa mengurus rumah maka menggaji pembantu.
saat anak-anaknya tumbuh besar dan cukup bisa melakukan pekerjaan rumah, namun karena sang ibu punya cukup uang untuk tetap menggaji pembantu maka anak-anak pun tak punya skill mengurus rumah.
tidak bisa memasak untuk makan
mencuci baju untuk dikenakan lagi
merapikan rumah untuk ditinggali dengan nyaman.
padahal itu tadi 3 kebutuhan dasar manusia. tapi si anak tak bisa melakukanya sendiri. dan hancurlah si anak saat pembantu sudah tak bisa membantu lagi karena berumur. dan untuk mencari ganti yang baru itu sulit. sulit menemukan orang yang bisa dipercaya.
si anak harus beli makan, dan me laundry.
si anak yang telah tumbuh dewasa, tak bisa mencuci baju, maka mesin cuci menjadi kebutuhanya. padahal ia PUNYA TANGAN, ada air untuk membilas, ada cahaya matahari supaya kering segala pakaian. ada angin pula.
tak hanya mesin cuci, tapi kulkas, mobil,dll.
tak akan ada habisnya kalau bicara teknologi yang kabarnya lebig praktis. instan. cepat saji. semua benda-benda buatan manusia yang kalau kurasakan tidak terlalu penting.
aneh aku mengatakan ini karena aku mahasiswi teknik.
tapi memang dasar iklan tak ada kapoknya meracuni. membantu pasar untuk mempengaruhi manusia.

aku ini bicara apa. aku sendiri tak mengerti.

makin banyak hal-hal yang tidak perlu namun dihadirkan oleh manusia.semakin penuh bumi ini dengan benda-benda rakitan manusia. mau kemana perkembanganya. siapa yang sebenarnya memimpin? aku tidak tahu. tidak kenal. yang jelas aku tidak suka.
semakin susah aku melihat pemandangan alam yang Tuhan hadirkan kepada kita. semakin aku jadi lupa pada Tuhanku. padahal segala sesuatu yang alami ciptaan tuhan lah yang memebuat kita mengimani adanya Tuhan. seangkan kalau kita setiap hari memandang tembok, dan segala-galanya yang dirakit dimanipulasi manusia, kita jadi hanya ingat manusia saja.

tak tahulah.
aku merasa aku sepertinya pernah hidup di jamandahulu. jaman suku apache hidup damai di amerika selatan. atau mungkin sesungguhnya aku adalah bagian dari mereka?
aku juga kurang mengerti. yang jelas, aku sedih karena didunia ini ada uang.

Kamis, 10 Juni 2010

asal posting

aku sedang bingung.
beberapa hari yang lalu, aku minta bimbingan teman baru, sodaranya gelgel. namanya masican. aku minta diajari menggambar. lucu mungkin ya, nggambar aja diajari. tapi aku butuh, karena aku lupa bagaimana caranya.

aku bingng.
semua orang tau kalau nggambar itu menceritakan lewat simbol. sama seperti sastrawan menceritakan lewat simbol kata2, penari lewat simbol gerakan berirama, musisi lewat nadanada.
ya memanfg sesimpel itu sebenernya.
tapi aku bingnung.
saat aku ingin bercerita lewat simbol, aku serasa hampa. semakin dipikir semakin kusut. teman baru saya yang lain, mas regol bilang : kamu terlalu banyak berpikir, cop.
ouh. oke. so how do i do draw without thinking?
aku sedang bingung teman, sampai sekarang.

selama ini yang kuahu, menggambar itu menorehkan simbol-simbol, dengan kedua tngan kita, dipikirkan pake otak, dan dikaitkan dengan hati, dengan rasa.
rasa.
itu yang aku merasa nggak ada dalam proses ini.
aku nggaka tahu bagaimana rasa ini bisa kutemukan kembali. kemana hati ini berlari berloncatan. au nggak tau kemana. aku ngin berdialog dengan diriku.
hey sofia, apa yang kamu rasakan?
seandainya aku bisa bercakap dengan nurani, aku pikir proses gambar-menggambar ini akan mudah. karena aku bisa memastikan aku mau menggambar apa, setelah aku tau apa yang kurrasakan.

Ya Tuhan ku, dimana hatiku berada?
apakah setan sudah merebutnya dan meleburkanya dengan serpihan abu kesenangan batin.
bagaimana menciptakanya kembali?
oke, aku tidak meyalahkan setan, memang pertahananku akan nurani kurang kuat dan mudah dijebol.yasudahlah, memang sudah terjadi aku kehilangan cahaya.
umm.
kapan ia bisa muncul lagi, ya Alloh?
segeralah beri hamba petunjuk. hamba merindukanya sangat.

oiya, tulisan ini tidak kupikirkan alurnya, hanya menceritakan saja apa yang sedang kurasakan.
aku sedang menanti hasil ujian semster ini. semoga kali ini aku tidak mengecewakan orang tua.
oh sofia, maafkan aku yang tidak menjalankan semester ini dengan cahaya kalbu, maaf. maaf aku lemah sekali.
sofia, sampaikan pada Tuhan supaya kuatkan aku, hanya Dia yang bisa menguatkan dan mengembalikan hati.

sekali lagi, aku berkata tanpa berpikir. hanya ego, nafsu, dan serpihan hati yang bicara. jadi kalau ada salah kata, mohon dibetulkan, dan mohon maaf.

Sabtu, 15 Mei 2010

wiseacre bodoh dalam konteks yang sebenarnya

barusan aku memposting sesuatu yang memnyakiti hati seseorang,teman. karena itu segera kuhapus.
kalo aku ingat2, aku pernah juga kayak gini. pas itu saat mengomentari postingan indik yang sedang bergundah hati tentang kuliahnya. aku membuat komentar yang radikal tentang cara pikirnya, tanpa bermaksud menyudutkanya. aku cuma ingin indik tau sudut pandangku akan hal yang ia utarakan itu bagaimana rasoinalitasnya dimataku. tapi tanpa dinyana, ternyata indik sebel mendapat komentar 'kasar' yang aku lontarkan. meskipun aku berniat mengomentari dengan pemikiran dalam yang serius,tidak hanya komentar = iya udah, sabar ya, kamu pasti bisa lalala. tapi pada kenyataanya yang ingin ia dapatin justru komentar yang demikian. aku salah langkah. dan malah menyakiti hatinya.
maap ya ndik :(
itu hal yang sudah pernah terjadi di masa lampau, mungkin juga indik udah lupa.

dan tadi subuh aku melakukan kebodohan yang serupa. menyakiti hati orang karena sok-rasional. kalaupun indik pernah kusakiti, pasti dia bisa paham kenapa aku melakukan hal itu, karena indik sudah mengenalku yang serampangan ini. tapi teman baruku ini pasti sulit memaafkanku karna bila dipikir logika aja tindakanku sudah kriminal-mencemarkan nama baik.hasyah.maafkan aku teman :(
wiseacre bodoh, ternyata tidak pernah berubah.

yaAlloh. padahal kita sudah ada di jaman post-modern yang semuanya bisa disuarakan. tidak ada kebenaran absolut yang bisa dipegang. semua permasalahan harus dilihat dalam konteksnya.aku mau ngomong apa sih?kebawa-bawa makalah sejarah.
oiya, aku merasa konteks ini lah yang harusnya dimengerti dahulu, sebelum merajuk ke permasalahan.
konteksnya adalah, (ada) ruang-ruang pribadi manusia yang tidak boleh kita masuki.maksudnya, saat kita melihat adanya katakanlah kepincangan yang harus diluruskan dalam hal pribadi seseorang, adalah haram untuk menyentuhnya. (menyentuh aja haram, apalagi mencoba meluruskanya)
*aduh ini bahasaku sopan gak ya. yah, maksudnya gitu deh,aku bingung mengkata-kata kanya*
intinya, ada batasan yang tak boleh dilampau saat beropini mengenai hal didalam zona pribadi orang lain.mungkin ini namanya etika.
itulah kekuranganku.
keadilan tidak akan tepat diberlakukan tanpa etika. sama seperti
rasionalitas menjadi tidak penting(atau bahkan salah) saat hati tidak digunakan.

YaAlloh, sampai kapan aku memiliki perangai wiseacre-bodoh.
Ya Alloh, hamba mohon tuntunlah hamba ke jalan yang lurus. dan ingatkan selalu agar hamba senantiasa berfikir. dan jangan masukkan hamba kedalam golongan orang-orang munafik. sungguh, hamba tidak akan tahan dengan adzab-Mu yang legendaris tapi nyata.

Senin, 03 Mei 2010

ayam berkokok

ayam sudah berkokok.
saya baru bangun.

ada tugas tentang azimut altitud untuk memahami kenyamanan setelah memberikan perhatian pada jalur matahari.

saya..................................
nggak tau apa yang asedang saya lakukan.
padahal tinggal 1-2 minggu lagi menuju presentasi internal. tapi saya merasa tidak mendapat ilmu di semester ini. saya takut, saya berjanji tiada pulang ke Jogja kalo ip nggak 3.5
apa memang saya harus tidak pulang keJogja? saya juga tak tahu.

apa yang sedang saya lakukan?
sungguh aku tidak memahami projek Perancangan Arsitektur 2 ini. sungguh tidak memahami pekerjaan arsitek membangun rumah tinggal ini. mengapa arsitek begitu sok tau akan kebutuhan klien?kebutuhan itu hanya orang bersangkutan sendiri yang tau. sepenting apa sih form itu? bisakah jelaskan padaku sekarang? apa memang kita harus mengikuti apa deadline dari dosen menurut silabus. kenapa arsitek begitu sok tau seolah punya solusi yang paling tepat untuk masalah sebuah keluarga?
buat apa aku belajar ini?
aku nggak mengerti apa yg sedang aku pelajari. aku tidak suka. hati nuraniku tak tergetar sama sekali.
saya merasa......................tidak melakukan apa-apa.

anak durhaka.
saya sungguh tidak mendapati ilmu selama 4 bulan ini. padahal saya tinggal di kosan baru 500ribu bak menginap di hotel bintang. aku anak durhaka. aku pantas masuk neraka.
ya Alloh, sungguh hamba tidak akan kuat.
tapi aku memang anak durhaka yang pantas masuk neraka.
Ya Alloh, apa yang bisa hamba lakukan untuk menebus ini?
menjadi anak sholeh itu sungguh susah sekali.
terlalu banyak nikmat yang Engkau berikan, tapi jangan biarkan hamba terterangkap dalam cobaan ini. tolong hamba, hanya Engkau yang bisa menolong.
apa memang saya tidak boleh pulang ke Jogja?
saya merindukan makan bersama orang tua saya, saya rindu sholat bersama bapak saya menjadi imam, saya rindu bertengkar remote dengan adik saya, saya rindu disuruh mbantuin jemur baju, saya rindu nganter ibu ke Bantul, ke kandang sapi.
saya rindu makan bersama keluarga saya. karena ibu saya masak kangkung kalau saya pulang.
ya Alloh, hamba anak durhaka.
seharusnya saya disini untuk menuntut ilmu, berguna bagi bangsa negara agama.
tapi sungguh hati ini tak tergetar, tak terikat dengan tugas-tugas saya.

saya berjalan tapi tak terarah
saya bicara tapi tidak paham
saya berhati tapi tak merasa
saya berotak tapi tak berpikir
saya hidup tapi tak berguna

pantaskah aku ada di bumi ini ya Alloh?
sungguh mahasiswa memang sombong. merasa punya ideologis paling jujur, paling benar. kata siapa? besar omong. hanya ikut-ikutan zaman saja berani bermulut besar.
tahukah kamu apa yang benar-benar seorang manusia butuhkan, hai mahasiswa?
memikirkan bangsamu saja sudah berlagak, urusi dulu dosa-dosamu pada dirimu, pada keluargamu, pada lingkunganmu.

aku nulis apa sih? aku pun tak paham apa yang kutulis.
saya menulis tapi tak menganalisis.
dangkal. saya memang pantas masuk neraka.
Tuhanku, ampunilah aku, aku tak mampu kalau sendirian Tuhan, hamba mohon, dampingi hamba kemanapun otak ini berpikir, kemanapun hati ini merasakan, kemanapun jasad ini terombang-ambing. Hamba mohon. hamba tak ingin masuk neraka.

Rabu, 28 April 2010

labilnya anak abg






(adzan ashar sudah berkumandang perempat jam yang lalu. tapi saya mohon ampun, menunda panggilan agung ini,sebab ada maksud hati yang ingin saya sampaikan setelah melihat file foto dokumen dari kamera saya.)

beberapa hari yang lalu, saat ada hari air, saya lupa tepatnya kapan, tetangga saya (departemen silpil dan lingkungan) mengadakan lomba lukis sd kelas 5-6 dan lomba mewarnai tk. dan sungguh senang saya terundang dengan rendah hati sebagai salah satu juri lomba lukis. terimakasih, kawan atas kehormatan ini.
dalam pelaksanaan lomba tersebut, saya mendapat beberapa pemikiran menyentil setelah mengamati perilaku anak-anak sd. memperhatikan anak-anak sd menggambar.
gambar atau lukisan adalah suatu bentuk komunikasi dari ide atau gagasan yang kita pikirkan, kemudian diceritakan secara 2d.
dari pengamatan saya, ternyata sebagian besar anak-anak itu lukisa-gambar yang mereka buat selalu sama dengan yang disampingnya.

saya sedih, bahwa pemahaman atas gambar sebagai suatu ide tidak didapat oleh anak-anak sd tsb. mereka hanya tau, yang penting keliatanya bagus aja, warna-warnanya banyak, rapi, dsb.

betapa ide adalah sesuatu yang tidak dibiasakan untuk dikemukakan oleh anak kecil merupakan budaya kita di sd. sehingga saat dewasa ini ide menjadi sangat sulit ditemui. salah siapa itu?
salah budaya? salah kebiasaan? atau salah sistem?
sedihnya hati saya ketika anak yang memiliki kebebasan imajinasi yang sangat jujur justru terbendung pemikiranya hanya karena takut salah. takut keluar dari sistim yang ada.karena aturanya di dunia pendidikan kala saya sd-sma, bagi murid yang melakukan penyimpangan dari sistem, dia dicap nakal, atau gagal. karena itu jadilah ia melihat, mencopy milik temanya, karena bingung, takut salah akan sesuatu yang akan ia ceritakan lewat gambar.
"takut kalau yang dipikirkan itu salah"
"cari teman biar kalo salah bareng-bareng"
sedihnya.

dalam pengajaran di sekolah yang saya tempuh dari sd hingga sma, selalu yang dilihat dan diproses oleh tim guru atau kalau dalam tim lomba lukis adalah hasil akhir.
padahal seharusnya seorang juri berjalan-jalan berkeliling memperhatikan setiap peserta, sehingga dapat ditemukan mana yang berawal dari ide sendiri, mana yang memulai dari ide temanya, dan mana yang diarahkan oleh walinya.

sehingga yang dinilai adalah proses keseluruhan hingga menjadi gambar.

okelah kita memang menilai kerapihan, ketelatenan, keterpaduan gradasi danlain-lain, tapi, HEY, apa kabar ide?gagasan? halooooo apa sih yang kita cari wahai dunia pendidikan?

saya ingat pengalaman di kelas 4 sd, ada seorang bule Australia datang ke sd muh sapen sebagai native speaker. saya ingat disaat dia menulis dipapan tulis tentang biodata perkenalanya, tulisanya jauh lebih buruk dari tulisan saya. contoh lain kemudian tentang profesor sebagai doseen salah satu matakuliah saya pun tulisanya cakar ayam.
kalau demikian faktanya, apa sih gunanya kita menulis abjad dari a-z sebanyak satu halaman cacah gori ukuran 1.5x1.5cm??!! apa gunanya kerapihan dan segala yang indah-indah untuk urusan kulit yang sangat bersifat teknis DITEKANKAN dan DIUTAMAKAN di dalam pendidikan dasar kita?
apakah ini merupakan sisa-sisa kolonial yang menuntut kita hanya menjadi pesuruh? pencontoh? tukang?
disaat kaum voc itu menyuruh kita membangun ini itu, gedung yang bentuknya sama dengan arsitektur imperial, yang sebenarnya tidak cocok dengan iklim lokal,
kala itu kita cuma bisa diseleksi oleh mereka, lewat ketrampilan pertukangan. nggak ada itu orang pribumi yang memikirkan suatu ide rancangan bangunan dimasa kolonial kala itu. saat itu kita di didik untuk menjadi tukang yang jagoan, tapi dilarang jadi pemikir yang radikal.
mungkin bayang-bayang itulah yang menjadi semburat kepincangan sistem pendidikan dasar kita.


itu mungkin yang menyebabkan anak abg labil, gemar mencontoh trend yang sedang ada,takut untuk terlihat aneh karena memiliki ide yg berbeda.. lah wong dari kecil aja udah labil.

baiklah teman2, menjadi tugas generasi mendatanglah untuk mengubah sistim pendidikan yang keliru. keliru = menomorduakan pemikiran atau ide yang ingin diungkapkan. malah mendewakan yang rapi teratur namun sesuai dengan dikte dari pengajar. samakah pendapat anda dengan pemikiran ini?

tetap sehat dan waspada!

Sabtu, 13 Maret 2010

identitas dan taruhan

sekapur sirih : selamat datang, silakan masuk
ada beberapa hal yang saya pikirkan dan saya rasakan. Saya coba uraikan di blog ini secara tersusun.
Assalamualaikum wr wb.

Hal 1. Identitas saya sebagai (mengaku)muslimah.
Saya seorang muslimah, yang kalau pergi belajar di kampus memakai jilbab. Saya merasa aman kalau menutup aurat, seolah ada hijab bagi para penggangu yang mau menggodai saya (hihi). Tapi tidak selamanya hari-hari saya beridentitaskan muslimah. Contohnya gini:
Suatu hari setelah berbulan bergelut dengan perancangan kualitas ruang untuk proyek kuliah, pernah saya pergi bermain dan berjalan-jalan bersama teman saya,dia pria. Saat itu saya mengenakan jilbab. Saya.. merasa.. malu. saya tidak menikmati refreshing menghabiskan sepenggal hari bersama teman yang bukan muhrim dan saya masih beridentitaskan muslimah.
Kemudian dikesempatan lain saat di jogja, saya pergi main bersama teman pria. Namun kali itu saya gak pake jilbab. Rasanya saya lebih percaya diri, mungkin karena saya tidak bawa-bawa identitas. Saya pun pernah pula jalan-jalan senang-senang sama teman perempuan saya, dan saya nggak pake jilbab lagi. Rasanya sama. Saya merasa percaya diri atas segala sesuatu yang saya lakukan, semua yang saya lakukan hanya diri saya yang tanggung jawab. Orang hanya menilai diri saya tanpa melibatkan kepercayaan yang saya anut. Maksudnya, ya orang liat saya Cuma sebagai mbak-mbak. Bukan muslimah.
Btw kenapa ya segala sesuatu yang tujuanya nafsu untuk memenuhu hasrat pribadi itu menyenangkan sekali. Dasar tipu daya setan.

Dari cerita saya, Kesimpulanya ada 2:
Satu. saya merasa aman kalo pake jilbab. Karena seolah-olah hati nurani memberikan peringatan kalo kita salah langkah ato salah sikap.
Dua. Ternyata saya masih labil, saya Cuma setengah muslimah,setengah setan. Buktinya saya masih ga bisa mengendalikan ego dan nafsu berfoya-foya padahal sudah tau kalo itu siasia dan dosa.
Tapi saya nggak mau membawa identitas saya sebagai muslim bila sedang khilaf. Saya sangat menghormati agana Alloh.
Maksudku, yah peduli amat kalau orang lain men judge saya sebagai inconsistent, gak berkepribadian. Daripada orang liat saya trus mikir, muslimah kok gitu?. Rasanya kok lebih sakit hati,kalo dikatain gitu.

Lalu, pertanyaanya ada 2:
Satu. Saya penasaran sama mbak-mbak jilbab yang pacaran di depan umum.boncengan, berdua-an, bergandengan. Apa mereka sudah jadi muhrimnya ya? Kalo belum muhrim, Tidakkah mereka merasakan hati nurani seperti yang saya rasakan? Sungguh saya penasaran.
Dua. Sebenernya seru dan menarik menjalani kehidupan seperti saya yng setengah-setengah. Kadang berdosa, kadang tentram. Saya ingin tahu, di jaman sekarang ada kah wanita muslimah yang utuh? Ada pasti lah ya..hhe. gemana ya perasaanya? Setiap hari ia menghindari yang mubadzir, mencari yang manfaat untuk orang lain. Pasti lelaaaaaah sekali dan bosan, kalau saya pikir.


Hal2. Bertaruh
Semester4 ini saya awali dengan santai tanpa perjuangan berdarah-darah seperti 2 semester lalu. Aneh. Gejala-gejala ipk turun lagi nih. Jadi saya bertaruh.
Kalau semerster ini ipk/ip nggak diatas 3.5 (syukur 2-2nya), saya nggak akan pulang ke jogja. Selama 3 bulan liburan ntar. kecuali ada hal yang sangat mendesak.
Siap soph? iman soph! Allohu akbar!

Sabtu, 16 Januari 2010

masa muda



hehehe. saya sedang tidak ada kerjaan seharian dan alhasil saya nge-luklet.
saya menemukan potongan baju yang mengingatkan saya semasa sma.
hahahahahahaha.

saya jadi ingat kalau dahulu saya anak gembel banget. pake jaket coklat sama celana pendek dan sepatu2an. rasanya bebas sekali. oooh. mirip ya, sama punyak saya. kan? kan? kan?
hhe, tadinya saya mau mempotoshop, mukak nya mbaknya diganti mukaku, betisnya digendutin, trus dipendekin.hahahaha. tapi males.

ini. tadinya mau tak ganti muka saya.hahahaha.
tapi nggak tau kenapa photoshop saya bagian layer2 ama histori (yang biasanya di kanan layar) nggak moncul. gatau deh ilang kemana.
yaudah ga jadi ngedit.haaaa
padahal mirip bgt bajunya.
oooooooh.

yaudah deh, saya pasang foto mbak loklet nya aja.


oiya betewe, pas aku kemaren di jogja sempet nonton jogja bienale ama gel2.
BISA BISANYA AKU KETEMU AMA TEMEN ARSITEK-KU.
aku lagi NGGEMBEL NGGAK PAKE JILBAB.
hahaha
sampe depok aku langsung digoda-godain ama teman2..
'waa sofi nakal ya kalo di jogja'
wkkkkkkkkkkkkkk. parah. saya malu banget. mending aku lagi ayu yo. masalahe ora.hha.